Sebanyak 337 siswa-siswi mengikuti kegiatan pelepasan yang berlangsung meriah namun tetap khidmat. Acara diisi berbagai penampilan seni dari siswa kelas VII dan VIII, seperti tarian dan nyanyian, serta hiburan dari paguyuban wali murid yang menampilkan tarian Tabola Bale serta di akhir acara siswa-siswi kelas lX berkumpul di lapangan bersama dengan para orangtua untuk memohon doa dan berterima kasih, serta memeluk erat mereka penuh rasa haru.
Ketua Komite SMPN 5 Cilegon, Rosy Rosdiany atau yang akrab disapa Madam Rosy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas selesainya masa pendidikan siswa kelas IX selama tiga tahun di sekolah.
“Kegiatan hari ini adalah tasyakuran pelepasan kelas IX angkatan ke-40 tahun ajaran 2025–2026 dengan jumlah siswa sebanyak 337 orang. Selain ada persembahan dari adik kelas VII dan VIII, paguyuban juga turut aktif mempersembahkan tarian sehingga suasana menjadi riang gembira,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komite sekolah hanya berperan sebagai jembatan komunikasi antara orang tua siswa dengan pihak sekolah agar seluruh keinginan dapat berjalan selaras dan saling mendukung.
“Untuk biaya kegiatan dikelola oleh paguyuban, tidak ada pihak sekolah yang ikut campur. Kami satu pikiran dan kompak sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Rosy juga menyampaikan apresiasi kepada paguyuban dan pihak sekolah yang selama ini terus berkolaborasi demi kemajuan sekolah.
“Terima kasih kepada paguyuban yang selama tiga tahun selalu berkoordinasi dengan baik bersama kami dan pihak sekolah. Semoga tujuan menjadikan sekolah yang lebih baik dapat tercapai,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada para siswa agar terus mengejar cita-cita dan menjadi pribadi yang berakhlak serta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Miss Wardiah yang mewakili Kepala SMPN 5 Cilegon menjelaskan konsep pelepasan tahun ini dibuat lebih sederhana dibanding tahun sebelumnya, namun tetap memberikan kesan mendalam bagi siswa dan orang tua.
“Tahun ini konsepnya sederhana dan minimalis, tetapi kami maksimalkan dana yang terkumpul dari komite dan paguyuban. Bahkan ada sekitar 25 persen siswa yang mendapatkan subsidi. Kami mencari cara agar kegiatan ini tetap seru, haru, dan membanggakan tanpa mengurangi rasa khidmat,” jelasnya.
Menurutnya, dukungan komite dan paguyuban sangat besar dalam mendampingi sekolah, tidak hanya saat pelepasan tetapi sejak awal siswa masuk hingga menyelesaikan pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan komite dan paguyuban yang selalu membersamai anak-anak selama tiga tahun ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh siswa kelas IX agar terus mengembangkan karakter, pengetahuan, dan keterampilan sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Pihak sekolah sudah berupaya membentuk karakter, memberikan pembelajaran di dalam maupun luar kelas agar anak-anak memiliki kepribadian, pengetahuan, dan keterampilan yang bisa diandalkan di masa depan,” tutupnya. (Vie)







.jpg)



