Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa insiden tragis ini mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan dari Bripka Rendy Surya di tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa bermula saat Bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.
Sopir bus diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga masuk ke jalur berlawanan.
Di saat bersamaan, datang Truk Tangki Minyak PT Sere Layya dari arah Jambi menuju Lubuklinggau.
Dikarenakan jarak yang sudah terlalu dekat, sopir truk tidak sempat melakukan pengereman secara akurat, sehingga tabrakan maut tidak dapat terhindarkan.
Pihak kepolisian bersama personel TNI, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan bantuan masyarakat sekitar segera melakukan proses evakuasi.
Adapun rincian korban dalam musibah ini adalah sebagai berikut:
Korban Meninggal Dunia (16 Orang):
14 orang dari pihak Bus ALS (terdiri dari 1 sopir dan 13 penumpang).
2 orang dari pihak Truk Tangki (sopir dan kenek).
Korban Luka-Luka:
3 orang mengalami luka berat dan saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Rupit, Musi Rawas Utara (Muratara).
Langkah Penanganan
Jenazah para korban meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Siti Aisyah, Lubuklinggau.
Sementara itu, kenek Bus ALS saat ini sedang dimintai keterangan oleh pihak penyidik untuk pendalaman lebih lanjut.
"Kami telah berupaya maksimal dalam proses evakuasi di lapangan.
Untuk perkembangan informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan akan kami sampaikan kembali setelah hasil olah TKP menyeluruh selesai dilakukan," ujar AKBP Rendy Surya Aditama ,S.H.,S.I.K.,M.H., dalam keterangan singkatnya di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan memastikan kondisi kendaraan serta fisik pengemudi dalam keadaan prima saat melintasi jalur tersebut.
( Guntur )






.jpg)



