Kecelakaan maut dilaut ini mengakibatkan kapal nelayan Mega Harapan terbelah menjadi dua bagian setelah ditabrak oleh kapal penumpang misterius.
Dari kejadian ini telah dilaporkan diantara tujuh orang yang menumpangi kapal ini, satu orang dinyatakan telah meninggal dunia, dan satu orang dinyatakan hilang, sampai saat ini belum ditemukan.
Kapolsek Pulau Laut Selatan, Ipda Aziz Ramli, yang dikonfirmasi melalui via telepon, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 09.00 Wita saat kapal "Mega Harapan" sedang dalam perjalanan dari arah Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.
"Kondisi saat kejadian sangat tragis. Para awak kapal yang selamat mengaku tidak menyadari adanya benturan karena posisi mereka sebagian besar sedang tidur dan ada yang sedang memasak," jelas Aziz.
Dijelaskanya lebih lanjut, menurut penjelasan para ABK kapal, mereka baru tersadar ketika kapal mereka sudah terbelah dua dan mereka sudah dalam posisi mengapung di tengah laut.
"Akibat kejadian ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia, yakni MA (Kapten Kapal). Sementara itu, satu orang lainnya berinisial G (23) hingga saat ini masih dalam pencarian karena dilaporkan hilang/tenggelam," ungkapnya.
Saat ini, lima orang lainnya dinyatakan selamat setelah sempat terombang-ambing di laut. Mereka berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan yang kebetulan melintas sekitar pukul 13.00 Wita dan langsung dibawa ke Desa Labuan Mas.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama masyarakat dan nelayan lokal masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban hilang di sekitar lokasi kejadian.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait identitas kapal penumpang berwarna putih-biru yang diduga menabrak kapal nelayan tersebut dan langsung meninggalkan lokasi kejadian.
(herry)






.jpg)



