Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp5.700.000 yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen menegaskan bahwa bantuan tersebut diterima utuh tanpa adanya potongan dalam bentuk apa pun.
Sebelumnya, Disdikbud Bireuen telah menyebarluaskan tautan pendaftaran secara terbuka kepada para guru yang terdampak banjir. Namun demikian, diduga masih terdapat sejumlah guru yang belum mengetahui informasi tersebut sehingga hingga kini belum memperoleh bantuan dimaksud. Temuan ini terungkap berdasarkan hasil pantauan media di lapangan, Rabu (10/6/2026).
Salah seorang pegawai Disdikbud Bireuen yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa apabila masih ada guru korban banjir yang belum menerima bantuan, pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pendataan secara langsung terhadap seluruh korban terdampak.
"Kami hanya membantu memfasilitasi melalui penyediaan link pendaftaran. Untuk proses verifikasi dan penetapan penerima, itu merupakan kewenangan pihak terkait," ujarnya.
Bantuan yang diberikan secara cuma-cuma tersebut bertujuan untuk membantu pemulihan ekonomi para guru pasca-bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen.
Guru-guru yang hingga saat ini belum menerima bantuan dapat segera melakukan konfirmasi kepada pihak BPBD atau instansi terkait agar mendapatkan solusi dan pendampingan lebih lanjut.
"Di balik setiap musibah selalu ada kepedulian yang menjadi cahaya harapan. Sebab, tangan yang membantu hari ini adalah jembatan menuju bangkitnya kehidupan esok hari."
( Hendra)






.jpg)



