Massa bergerak secara teratur dari titik kumpul di Taman Makam Pahlawan Bojong menuju area Tugu Nol KM Kajen untuk melakukan orasi awal dan teatrikal. Massa kemudian melakukan long march menuju depan Tugu Al-Qur'an Alun-Alun Kajen dengan membawa satu unit mobil komando serta berbagai pamflet tuntutan yang menyoroti sejumlah isu nasional maupun lokal.
Suarakan Isu Nasional hingga Regulasi Lokal
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian di podium terbuka, perwakilan mahasiswa menyoroti sejumlah hal krusial:
Isu Nasional: Mahasiswa mengkritisi ruang fiskal negara, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga mendesak penarikan RUU TNI-Polri yang dinilai berpotensi memperluas militerisme di ranah sipil. Mereka juga menyuarakan evaluasi terhadap efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Isu Lokal: Orator menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur jalan yang rusak di Kabupaten Pekalongan, tata kelola pelayanan publik yang bersih dari praktik jual beli jabatan, krisis UMK, hingga dampak lingkungan akibat proyek galian C.
Audiensi Terbuka di Jalan Mandurorejo
Menghadapi para demonstran, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., bersama Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., didampingi perwakilan Kodim 0710 dan Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, langsung turun ke jalan untuk melakukan audiensi terbuka di depan Tugu Al-Qur'an.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC PMII Pekalongan Raya menyampaikan bahwa mahasiswa akan tetap konsisten mengawal kerja nyata pemerintah daerah.
"Kami membawa pakta integritas dan berharap apa yang menjadi tuntutan kami benar-benar ditindaklanjuti secara konkret oleh jajaran Pemkab," tegasnya.
Merespons hal tersebut, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman menyambut baik masukan dari para mahasiswa dan menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Mengenai evaluasi program nasional seperti MBG, ia menegaskan komitmen daerah untuk memastikan program berjalan efektif tanpa pelanggaran. Pemkab bahkan telah mengambil langkah tegas merekomendasikan penangguhan (suspend) terhadap 15 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar kelayakan.
Di akhir audiensi, Plt. Bupati Pekalongan dan pihak DPRD menandatangani lembar tuntutan mahasiswa dalam bentuk banner yang kemudian dipasang di depan tulisan Alun-Alun Kajen.
Apresiasi dari Kepolisian
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib, aman, dan menjaga kondusifitas wilayah.
Untuk memastikan kelancaran kegiatan, jajaran Polres Pekalongan sebelumnya telah menerjunkan personel gabungan yang terdiri dari 250 personel Polri, 30 personel TNI, dan 15 anggota Satpol PP.
"Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah melaksanakan aksi damai sore ini secara aman dan kondusif. Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan pelayanan pengamanan terbaik agar suara rekan-rekan bisa tersampaikan dengan baik kepada Pemerintah Daerah," pungkas AKBP Rachmad.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berakhir pada pukul 17.30 wib. Polres Pekalongan memberikan pelayanan kepada peserta aksi dengan memberikan tumpangan kepada peserta aksi menuju ke titik penjemputan usi pelaksanaan aksi.
(Riki)






.jpg)



