Berdasarkan keterangan Humas Lapas Kelas IIA Bengkalis, Iwin, jumlah warga binaan saat ini mencapai sekitar 1.800 orang. Informasi tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi sejumlah awak media beberapa waktu lalu.
Menanggapi kondisi lapas yang sudah sangat padat, Iwin sempat melontarkan pernyataan bernada guyon. “Kalau sudah penuh, ya pasang tenda di halaman. Bahkan keluarga napi saja tidak diperbolehkan masuk membawa makanan seperti biasa,” ujarnya.
Meski disampaikan dalam suasana santai, pernyataan tersebut mencerminkan seriusnya persoalan overkapasitas yang tengah dihadapi Lapas Bengkalis.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi petugas dalam menjalankan fungsi pembinaan, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah tahanan dan narapidana terus bertambah, terutama dari kasus penyalahgunaan narkotika dan tindak pidana lainnya.
Di sisi lain, jumlah warga binaan yang bebas setelah menjalani masa hukuman belum mampu mengimbangi laju penambahan penghuni baru. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan konkret, tingkat kepadatan dikhawatirkan akan semakin meningkat.
Oleh karena itu, diperlukan perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Langkah yang dapat ditempuh antara lain penambahan kapasitas hunian, pemindahan narapidana ke lapas lain yang masih memiliki ruang, hingga pembangunan fasilitas pemasyarakatan baru.
Persoalan overkapasitas bukan hanya terjadi di Bengkalis, tetapi juga menjadi masalah umum di berbagai lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Penanganannya memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan agar sistem pemasyarakatan dapat berjalan secara optimal.
(Raja Hasibuan)








.jpg)



