-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Yah Fud Serap Aspirasi Masyarakat dalam Reses II di Peudada

    Sunday, June 14, 2026, 10:06 WIB Last Updated 2026-06-14T03:06:09Z

    BIREUEN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai NasDem, Ir. H. Saifuddin Muhammad atau yang akrab disapa Yah Fud, menggelar kegiatan Reses II Tahun 2026 di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, guna menyerap aspirasi masyarakat dari daerah pemilihannya.


    Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Peudada pada Jumat (12/6/2026) itu dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, imeum mukim, perwakilan penyandang disabilitas, serta pengurus Partai NasDem tingkat PAC dari Kecamatan Peudada, Peulimbang, dan Jeunieb.

    Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Yah Fud mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, kebutuhan pembangunan, serta persoalan yang dihadapi masyarakat. Forum reses tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai usulan yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui program pembangunan Pemerintah Aceh.


    Salah seorang tokoh masyarakat Peudada yang juga Keuchik Gampong Meunasah Baroh, Abu Masrul H. Saifuddin, mengapresiasi pelaksanaan reses yang dilakukan secara terbuka di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan yang selama ini membutuhkan perhatian pemerintah.


    Ia menyoroti kondisi pascabanjir dan longsor yang masih menyisakan sejumlah persoalan serius, terutama kerusakan infrastruktur irigasi yang menjadi penopang sektor pertanian masyarakat. Kerusakan terparah terjadi pada Irigasi Aneuk Gajah Rhoet serta Daerah Irigasi (DI) Beurandang Hagu di Gampong Lawang-Hagu yang rusak akibat banjir bandang dan longsor.

    Menurut Abu Masrul, kerusakan tersebut berdampak besar terhadap produktivitas pertanian. Bahkan, selama sekitar empat tahun terakhir, sebagian petani di Peudada kesulitan menggarap sawah karena jaringan irigasi tidak lagi berfungsi optimal.


    "Kami berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Aceh dan DPRA untuk segera merehabilitasi jaringan irigasi yang rusak serta melakukan normalisasi Sungai Krueng Peudada secara permanen, mengingat wilayah ini sangat rentan terhadap banjir dan longsor," ujarnya.

    Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yah Fud menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab wakil rakyat untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.


    Menurutnya, selain mempererat silaturahmi, reses juga menjadi sarana penting untuk menghimpun berbagai usulan pembangunan yang akan diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPRA.

    "Saya sangat bersyukur dapat bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat Peudada. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan yang kami miliki di DPRA," kata Yah Fud.


    Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, pemberdayaan ekonomi, serta pembangunan infrastruktur publik.


    Menurut Yah Fud, pembangunan kembali Irigasi Aneuk Gajah Rhoet telah menjadi salah satu program prioritas yang terus diperjuangkan. Selain itu, pihaknya juga mendorong pembangunan jalan usaha tani, peningkatan akses jalan alternatif antar kecamatan, perbaikan fasilitas perikanan dan tambak nelayan, serta berbagai program lain yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    "Setiap aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan dalam program pembangunan Aceh. Tujuannya adalah menciptakan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tegasnya.


    Melalui kegiatan Reses II DPRA ini, diharapkan hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin kuat serta mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Selain menjadi sarana menyerap aspirasi, reses juga menjadi media efektif dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan demi terwujudnya kemajuan yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan di wilayah Peudada, Peulimbang, Jeunieb, serta kawasan lainnya di Kabupaten Bireuen.


    "Reses bukan sekadar agenda seremonial, tetapi jembatan penghubung antara harapan masyarakat dan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada rakyat."


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan