-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Antisipasi Kemarau, PT. Usaha Agro Indonesia dan PT. Anugerah Palm Indonesia Gelar Apel Siaga dan Sosialisasi Pengendalian Karhutla 2026

    Thursday, July 2, 2026, 18:13 WIB Last Updated 2026-07-02T12:58:48Z

    KETAPANG - Sebagai langkah preventif menghadapi musim kemarau serta meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dua anak perusahaan dari PT Prime Agri Resources, yaitu PT Usaha Agro Indonesia (PT UAI) dan PT Anugerah Palm Indonesia (PT APIn), menyelenggarakan Apel Siaga dan Sosialisasi Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun Tahun 2026 pada Kamis (2/7).

    Kegiatan yang berlangsung di wilayah operasional perusahaan ini merupakan bentuk komitmen nyata perseroan dalam menjaga kelestarian ekologis, kesehatan masyarakat, serta stabilitas ekonomi daerah dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh karhutla.

    Apel siaga dipimpin oleh Rocky Purba selaku Manager PT Usaha Agro Indonesia. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya sinergi, mitigasi masif, serta deteksi dini di lapangan.


    "Utamakan pencegahan dan deteksi dini melalui patroli masif di titik-titik rawan, sekaligus edukasi kepada masyarakat sekitar perusahaan yang memiliki lahan. Manajemen air dan pembasahan lahan gambut juga harus dipastikan berjalan efektif untuk mencegah meluasnya api," ujar Rocky.


    Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan personel dan fasilitas adalah kunci utama keberhasilan penanganan di lapangan. "Seluruh personel dan sarana prasarana (sarpras) harus dipastikan berfungsi dengan baik. Respon cepat (quick response) wajib menjadi standar operasional jika ada laporan titik api. Segera lakukan pemadaman sejak api masih berskala kecil agar tidak membesar dan menimbulkan kabut asap yang merugikan kesehatan serta sektor ekonomi," tegasnya.


    Agenda utama apel siaga ini difokuskan pada inspeksi kesiapan pasukan serta sarpras pengendalian kebakaran milik perusahaan, dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat karhutla. Setelah itu, acara diisi dengan sesi sosialisasi penegakan hukum dan aspek teknis mitigasi kebakaran.


    Kapolsek Manis Mata, IPTU Meinardus Yudiansyah, memaparkan regulasi hukum terkait larangan pembakaran lahan sekaligus memberikan pengarahan taktis mengenai mitigasi lintas sektor


    "Dalam rangka pencegahan karhutla, perlu dilakukan mitigasi lintas sektor dengan melibatkan perusahaan, Kepolisian, TNI, Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), serta masyarakat. Kami mengimbau pelaksanaan patroli bersama, pemasangan banner larangan pembakaran lahan, edukasi berkelanjutan, pelatihan peningkatan keterampilan regu pemadam, serta pengecekan debit air secara rutin. Langkah mitigasi ini diharapkan dapat menekan potensi terjadinya kebakaran di wilayah Kecamatan Manis Mata," jelas IPTU Meinardus.


    Selain aspek penegakan hukum, sosialisasi ini juga menyentuh pendekatan berbasis kearifan lokal. Andri Susanto, perwakilan dari Manggala Agni Daops Kalimantan X Ketapang, turut memaparkan materi penting mengenai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal.


    Langkah proaktif yang diinisiasi oleh PT UAI dan PT APIn ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kecamatan Manis Mata. Camat Manis Mata, Pipensius, S.Pd., M.A.P., berharap bencana kabut asap berskala nasional yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali.


    "Kami dari pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi langkah-langkah konkret dari PT UAI dan PT APIn dalam penanggulangan karhutla. Kita semua tahu beberapa tahun lalu kita dilanda bencana nasional kabut asap, dan kami berharap hal tersebut tidak terulang. Menjaga lingkungan adalah kebutuhan kita semua demi masa depan anak cucu kita kelak," pungkas Pipensius.


    Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, Satgas Pengendalian Kebakaran PT UAI dan PT APIn, unsur Forkopincam Manis Mata (Camat, Polsek, dan Koramil), perwakilan Manggala Agni, aparatur desa setempat, serta anggota KTPA dari empat desa sekitar, yakni Desa Jambi, Danau Buntar, Sungai Buluh, dan Sukaramai


    (Jailani)

    Komentar

    Tampilkan