Gempa kuat tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur. BMKG juga mencatat adanya perubahan muka air laut di sejumlah lokasi setelah gempa.
Informasi terbaru dari lapangan menyebutkan, masyarakat di sejumlah wilayah pesisir berbondong-bondong meninggalkan permukiman dan mengungsi menuju gunung, bukit, serta tempat yang lebih tinggi. Warga memilih melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami dan perubahan kondisi air laut pascagempa.
Situasi tersebut menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Warga yang mengungsi kini masih menunggu perkembangan situasi serta bantuan dari pemerintah dan pihak terkait.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum dan fasilitas pemerintahan dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang sangat kuat. Informasi awal yang beredar menyebutkan adanya kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan fasilitas publik, termasuk Pelabuhan Aimere serta beberapa bangunan sekolah.
Kerusakan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, pendidikan serta akses transportasi dan distribusi bantuan. Namun, tingkat dan jumlah kerusakan masih perlu dilakukan pendataan serta verifikasi langsung oleh pemerintah daerah, BPBD dan instansi teknis terkait.
Sejumlah video amatir warga yang merekam situasi saat dan setelah gempa juga memperlihatkan kepanikan masyarakat serta kondisi lingkungan yang terdampak guncangan. Rekaman tersebut menjadi gambaran awal mengenai situasi di sejumlah lokasi setelah gempa.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur diharapkan segera melakukan asesmen menyeluruh terhadap kerusakan fasilitas publik dan permukiman warga, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi dapat segera terpenuhi.
Bantuan darurat berupa makanan, air minum, obat-obatan, tempat pengungsian, serta kebutuhan masyarakat lainnya sangat dibutuhkan, terutama bagi warga yang meninggalkan rumah dan memilih bertahan di tempat-tempat yang lebih tinggi.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, BNPB dan pemerintah daerah. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Doa dan dukungan terus mengalir bagi seluruh masyarakat Nagekeo dan masyarakat NTT yang terdampak bencana ini. Semoga seluruh warga diberikan keselamatan, kekuatan dan perlindungan.
Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait diharapkan dapat bergerak cepat melakukan evakuasi, pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, sehingga warga tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini.
Semoga masyarakat Nagekeo dan seluruh wilayah terdampak segera bangkit, serta proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat dan menyeluruh.
(Fabianus Bria)










