
LANGKAT-Perjuangan yang paling menyedihkan bukan ketika berhadapan dengan lawan, tetapi ketika sesama pejuang mulai saling berhadapan.
Hal ini disampaikan Andika Tokoh Pemuda Besitang , kepada tim,Kamis(30/7/26) .Menurut Andika, oknum SL dan SA pernah berdiri dalam barisan yang sama. Mereka sama-sama bersuara lantang memperjuangkan hak korban banjir tahun 2025 di Kabupaten Langkat.
Tujuan mereka tidak berbeda: bantuan harus segera direalisasikan dan masyarakat memperoleh haknya.
Namun hari ini, jalan perjuangan mereka berbeda,papar Andika.
Oknum SA memilih memperjuangkan aspirasi melalui meja perundingan. Ia percaya komunikasi dengan pemerintah akan membuahkan hasil.
Di sisi lain, oknum SL merasa rakyat sudah terlalu lama disuguhi janji. Karena itu, pada 27 Juli 2026, ia menggerakkan ribuan masyarakat turun ke jalan. Aksi itu bahkan sempat menutup Jalan Lintas Aceh–Medan sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera bertindak.
Lalu muncul perdebatan.
Lebib Lanjut Andika membeberkan, ada yang menganggap aksi lapangan hanya mencari panggung. Ada pula yang menilai perundingan hanyalah kumpulan janji yang tak kunjung menjadi kenyataan.
Menurut saya,kata Andika, keduanya tidak perlu dipertentangkan. Dalam sebuah perjuangan, selalu ada yang bertugas mengetuk pintu melalui diplomasi. Ada pula yang bertugas mengingatkan lewat suara rakyat di lapangan. Dua cara yang berbeda bisa saling menguatkan, selama tujuannya tetap sama.
Yang berbahaya bukan perbedaan cara, tetapi ketika ego lebih besar daripada kepentingan masyarakat. Korban banjir tidak peduli siapa yang nanti dipuji. Mereka tidak peduli siapa yang namanya paling sering muncul. Yang mereka tunggu hanyalah satu hal: hak mereka benar-benar diterima.
Diakhir konfirmasi Andika mengungkapkan ,mari berhenti saling menjatuhkan. Jangan habiskan tenaga untuk membuktikan siapa yang paling berjasa, sementara rakyat masih terus menunggu kepastian.
Karena kemenangan sejati bukan ketika nama kita dielu-elukan, melainkan ketika masyarakat akhirnya tersenyum karena keadilan benar-benar datang.
Bersatulah. Sebab tujuan kalian sama. Yang diperjuangkan bukan nama, melainkan nasib manusia,tutup Andika
(Adam)





