Berdasarkan dokumen LHP BPK yang kami kantongi, terungkap fakta busuk:
"Pengajuan Klaim BPJS Kesehatan Oleh RSUD Scholoo Keyen Belum Sepenuhnya Akurat Dan Tepat Waktu"
Ini adalah bukti nyata KETIDAKBECUSAN MANAJEMEN RSUD yang dipimpin hari ini!
FAKTA LAPANGAN YANG KAMI TEMUKAN:
1. MANAJEMEN CASE MIX GAGAL TOTAL: Petugas tidak mampu menginput diagnosa ICD-10 dan prosedur ICD-9-CM dengan benar ke aplikasi E-Klaim dan V-Klaim BPJS. Akibatnya klaim ditolak, terlambat, dan tidak dibayar BPJS.
2. NEGARA DIRUGIKAN, RAKYAT MENDERITA: Akibat kebobrokan itu, RSUD tekor Rp 5,77 Miliar hanya dalam 1,5 tahun (2024-2025). Contoh gila: 1 pasien Stroke habiskan Rp 100 Juta, BPJS cuma bayar Rp 5,7 Juta. Sisanya siapa tanggung? Rakyat yang obatnya kosong!
3. PELANGGARAN PERMENKES NO 3 TAHUN 2023: Aturan tarif INA-CBGs sudah jelas, tapi RSUD melanggar. Ini bukan kelalaian biasa, ini dugaan MARK-UP dan INEFISIENSI ANGGARAN JKN yang harus dipidana!
OLEH KARENA ITU, KAMI MENUNTUT:
1. COPOT DIREKTUR RSUD SCHOLOO KEYEN SEKARANG JUGA! Bupati Sorsel jangan tutup mata. Orang sakit mati karena pelayanan tidak akurat!
2. KEJARI SORONG SEGERA PANGGIL DAN PERIKSA: Kepala Bagian Case Mix, Bendahara BLUD RSUD, dan Direktur RSUD. Jangan hanya dana Bupati Sorsel Rp 3 M yang didalami, dana RSUD Rp 5,7 M ini lebih besar!
3. BUPATI SORSEL BERTANGGUNG JAWAB: Ini terjadi di era kepemimpinan Bupati. Jangan biarkan RSUD jadi sarang pemborosan!
4. AKSI DAMAI: Jika dalam 7x24 Jam tidak ada tindakan tegas, kami Koalisi Aktivis Sorsel akan GERUDUK RSUD dan KEJARI SORONG dengan massa besar.
Kami tidak akan diam melihat kesehatan orang tua, mama-mama, dan anak-anak kami di Sorsel dipermainkan!
(moy)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









