
MUSI RAWAS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas menggelar kegiatan sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) atau yang dikenal luas sebagai program Sekolah Adiwiyata. Acara berlangsung di Ruang Rapat Kantor DLH Kabupaten Musi Rawas, Rabu (29/7/2026), dalam rangka mendukung pelaksanaan Penilaian Adiwiyata tingkat Kabupaten Musi Rawas.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 26 sekolah yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Musi Rawas, yang bersiap berkompetisi serta berbenah untuk memenuhi kriteria sekolah peduli lingkungan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas, Teddy Laszuardy, ST., M.Si. Dalam sambutannya, ia menjelaskan tujuan utama kegiatan yang digelar pagi ini.
"Pada pagi hari ini kita melaksanakan sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) atau yang sering dikenal sebagai program Adiwiyata," ujar Teddy Laszuardy.
Lanjutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis sebagai upaya pemulihan dan pelestarian lingkungan hidup melalui peningkatan kepedulian serta partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
"Gerak Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah adalah aksi kolektif yang dilakukan secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran sangat penting dalam mengubah perilaku, membentuk karakter, dan menciptakan generasi penerus yang peka terhadap isu lingkungan. Pendidikan lingkungan adalah proses berkelanjutan yang sangat menentukan masa depan bumi kita," pungkasnya.
Teddy Laszuardy menekankan bahwa semakin dini kesadaran lingkungan ditanamkan, semakin besar peluang terciptanya lingkungan yang lestari dan berkelanjutan. Keberadaan sekolah Adiwiyata juga memiliki dampak nyata dalam mengurangi emisi gas rumah kaca melalui berbagai upaya adaptasi dan mitigasi yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Namun demikian, saat ini jumlah sekolah yang telah konsisten melaksanakan gerakan PBLHS dan berhasil meraih penghargaan Adiwiyata baru mencapai sekitar 10 persen dari total sekolah jenjang SD hingga SMP di Musi Rawas.
"Untuk itu, sangat diperlukan upaya percepatan guna meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas sekolah Adiwiyata di daerah kita," tegasnya. Percepatan tersebut, lanjutnya, tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara unsur pemerintah, mitra pembangunan, dunia akademis, serta seluruh pemangku kepentingan.
Kepala DLH menyambut baik antusiasme sekolah yang hadir dan berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut hingga ke tingkat pembinaan di lapangan. Sekolah diharapkan tidak hanya bergerak sendiri, melainkan membangun sinergi dengan komite sekolah, orang tua siswa, masyarakat sekitar, hingga dunia usaha.
"Kerjasama ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjaga lingkungan. Mari kita ikuti sosialisasi ini dengan saksama. Dengan pemahaman yang baik tentang gerakan PBLHS, kita bersama-sama menjaga agar lingkungan Musi Rawas tetap lestari," tutup Teddy Laszuardy.
( Guntur )





