"Tidak hanya itu, saya juga mendesak BPKAD Sorong Selatan untuk segera menjawab penggunaan anggaran 110 Milyar ini secara terperinci, sehingga publik dan masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan tahu," tegas Onim, Kamis 14/08/2026.
1. SOROTI VISI MISI BUPATI BELUM TERLAKSANA
Onim menilai kurang lebih 2,5 tahun ini visi misi Bupati tidak terlaksana.
"Hampir semua kegiatan bersifat seremonial saja, tidak ada progres yang nyata satu pun dari visi misi Bupati. Dan soal bantuan yang melalui hibah itu saya pikir itu hal biasa, namun tujuan dari visi misi itu sendiri belum terwujud," ujarnya.
2. DESAK TRANSPARANSI DANA PINJAMAN 110 MILIAR
Menurutnya, dugaan sementara dana pinjaman 110 Milyar hanya Bupati dan Kepala BPKAD Sorong Selatan saja yang tahu penggunaannya.
"Maka perlu juga disampaikan ke publik secara terperinci, sehingga publik juga bisa tahu. Agar jangan menjadi informasi bola liar terkait penggunaan anggaran 110 Milyar itu tidak tepat sasaran," katanya.
Onim menduga dana 110 Milyar itu akan dipaksakan masuk dalam LKPJ Tahun 2025.
"Yang jadi pertanyaan adalah pencairan tahap pertama 77,298 Milyar lebih di bulan November. Di bulan November Tahun 2025 itu program apa yang dilaksanakan? Dan pencairan tahap kedua di tanggal 31 Desember itu program apa yang dilaksanakan sehingga 110 Milyar itu bisa masuk dalam LKPJ Tahun 2025?"
"110 Milyar mau cari selamat agar bisa masuk dalam LKPJ itu. Saya menduga bisa saja digunakan di HUT RI 17 Agustus. Salah satu kegiatan ini untuk menyelamatkan diri. Dan kalaupun hal itu terjadi, maka perlu ada laporan penggunaan secara terperinci di publik," tegasnya.
3. KOMITMEN KAWAL PEMERINTAH
Onim menegaskan akan terus mengontrol jalannya roda pemerintahan agar budaya korupsi bisa disingkirkan.
"Karena hal-hal itulah yang dapat menghambat pembangunan di Kabupaten Sorong Selatan," pungkas Ferry Onim, S.H.
(Moy)










