• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Amankan Aksi Damai Peternak Ayam di Pekalongan, 337 Personel Gabungan Disiagakan

    Monday, August 10, 2026, 20:38 WIB Last Updated 2026-08-10T13:38:53Z

    PEKALONGAN - Polres Pekalongan menyiapkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan aksi damai Paguyuban Peternak Ayam Petelur Kabupaten Pekalongan. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mengawal penyampaian aspirasi.


    Apel pelayanan pengamanan aksi digelar di halaman Mapolres Pekalongan, Senin (10/8/2026) pagi. Apel dipimpin langsung Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., dan diikuti Wakapolres Kompol M Farid Amirullah, para pejabat utama, kapolsek jajaran, serta personel yang terlibat pengamanan.


    Total ada 337 personel gabungan yang disiapkan. Rinciannya terdiri dari personel Polres Pekalongan, personel TNI, personel Dinas Kesehatan, personel Satpol PP, dan personel Dinas Perhubungan.


    Dalam arahannya, Kapolres meminta anggotanya tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berkembang terkait aksi unjuk rasa.


    "Kita harus menyikapi situasi ini dengan tenang, profesional, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berkembang," kata Rachmad saat memimpin apel.


    Rachmad mengatakan penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Termasuk aksi para peternak ayam petelur yang menyuarakan persoalan harga pakan dan harga telur.


    Menurutnya, kenaikan harga pakan menjadi salah satu persoalan yang berdampak langsung terhadap biaya produksi peternak dan berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh.


    "Aspirasi tersebut merupakan hak masyarakat yang harus kita hormati dan kita kawal penyampaiannya dengan baik," ujarnya.


    Polisi Diminta Humanis dan Persuasif


    Rachmad menekankan agar personel tidak melakukan tindakan yang justru dapat menimbulkan kesan Polri menghambat masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.


    "Kegiatan yang akan kita amankan pada prinsipnya merupakan aksi penyampaian aspirasi secara damai. Untuk itu, laksanakan pengamanan dengan tertib, humanis, persuasif, dan tetap mengedepankan pendekatan komunikasi," tegasnya.


    Dia meminta seluruh personel memberikan pelayanan terbaik kepada peserta aksi maupun masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar lokasi.


    "Kita harus memberikan kesan bahwa Polri hadir untuk memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, bukan sebaliknya," katanya.


    Kapolres juga mengingatkan anggotanya agar tidak terpancing provokasi maupun melakukan tindakan dan ucapan yang dapat memperkeruh situasi.


    Menurutnya, pengamanan harus dilakukan secara proporsional. Kehadiran polisi di lapangan harus terlihat untuk memberikan rasa aman, namun tidak dilakukan secara berlebihan.


    Pengamanan Dibagi di 2 Titik


    Dalam pengamanan tersebut, terdapat dua lokasi yang menjadi perhatian, yakni Kantor Sekda Kabupaten Pekalongan dan Jalan Mandurorejo.


    Kapolres meminta perwira pengendali memastikan kekuatan personel di masing-masing lokasi mencukupi. Personel juga diminta memahami lokasi penugasan, jalur pergerakan massa, titik kumpul, hingga mekanisme komunikasi.


    "Pantau pergerakan massa sejak titik keberangkatan, selama pelaksanaan aksi, hingga massa kembali ke titik kepulangan. Jangan hanya fokus pada lokasi aksi," ujarnya.


    Personel negosiator juga diminta ditempatkan di posisi strategis untuk membangun komunikasi dengan koordinator lapangan dan perwakilan massa.


    Sementara itu, Dalmas Lanjut diminta tetap standby di dalam Mapolres Pekalongan dan tidak ditampilkan secara berlebihan di hadapan massa. Pasukan tersebut disiapkan untuk digerakkan apabila terjadi perkembangan situasi yang membutuhkan penebalan personel.


    Rachmad juga meminta seluruh personel menjaga etika dan perilaku selama bertugas.


    "Jangan terpancing provokasi, jangan melakukan tindakan arogan, dan jangan memberikan komentar yang dapat menimbulkan permasalahan. Ingat bahwa setiap tindakan kita akan menjadi perhatian masyarakat," tegasnya.


    Kapolres menambahkan seluruh perkembangan situasi harus dilaporkan secara berjenjang. Tidak boleh ada anggota yang bertindak sendiri-sendiri tanpa koordinasi.


    "Utamakan komunikasi, koordinasi, dan pengendalian diri. Apabila terdapat perkembangan situasi sekecil apa pun, segera laporkan kepada pimpinan atau perwira pengendali agar dapat diambil langkah secara cepat dan tepat," pungkasnya.


    Pengamanan aksi tersebut diharapkan dapat memastikan penyampaian aspirasi peternak berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat umum tetap berjalan. 


    (Riki)

    Komentar

    Tampilkan