• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Distanbun Bireuen Gelar Temu Ramah Bersama Penerima Program Cetak Sawah Rakyat (CSR), Tegaskan Komitmen untuk Kemajuan Pertanian

    Wednesday, August 5, 2026, 16:36 WIB Last Updated 2026-08-05T09:36:52Z

    BIREUEN – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, didampingi perwakilan Kementerian Pertanian melalui BPLIP Medan, menggelar temu ramah dan silaturahmi bersama masyarakat penerima manfaat Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Simpang Mamplam, Pandrah, Juli, Peusangan, dan Makmur. Total luas lahan yang menjadi sasaran program tersebut mencapai 140 hektare.


    Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Rabu (5/8/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M.


    Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Pertanian melalui BPLIP Medan, Mukhtar, para penyuluh pertanian, masyarakat penerima manfaat dari lima kecamatan, insan pers, serta tamu undangan lainnya.


    Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat.


    Ia menjelaskan bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen tidak memiliki kepentingan pribadi maupun kepentingan tertentu dalam pelaksanaan program tersebut. Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, dimulai dari proses tender yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya menerima dan memfasilitasi pelaksanaan program demi kepentingan masyarakat.


    Mulyadi juga menegaskan bahwa tudingan yang mengaitkan program tersebut dengan kepentingan pribadi pejabat daerah, termasuk Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., tidak memiliki dasar yang jelas. Ia memastikan tidak pernah ada permintaan maupun penerimaan uang dari petani oleh Dinas Pertanian maupun Bupati terkait pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat.


    Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian melalui BPLIP Medan, Mukhtar, menanggapi pemberitaan yang menyebutkan bahwa program CSR dibangun di atas lahan sawah yang telah ada sebelumnya. Menurutnya, pernyataan tersebut sangat tidak berdasar.


    Ia menjelaskan bahwa seluruh lokasi program telah melalui proses verifikasi yang ketat menggunakan citra satelit, survei lapangan, serta mekanisme teknis yang telah ditetapkan. Apabila ditemukan lokasi yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka hal tersebut berada di luar tanggung jawab BPLIP Medan dan tidak akan dilakukan pembayaran terhadap pekerjaan tersebut.


    Mukhtar juga menegaskan bahwa Program Cetak Sawah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, apabila masyarakat tidak menginginkan program tersebut, Kementerian Pertanian tidak akan memaksakan pelaksanaannya dan dapat membatalkan program tanpa mengalami kerugian, sebab pembayaran hanya dilakukan terhadap lahan yang benar-benar memenuhi syarat dan telah selesai dikerjakan.


    Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah demi kepentingan bersama.


    Menurutnya, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat akan menjadi pintu masuk bagi berbagai bantuan lanjutan dari Kementerian Pertanian, mulai dari peningkatan infrastruktur pertanian, bantuan sarana produksi, hingga program pemberdayaan petani agar lahan yang telah dicetak dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.


    Dukungan penuh juga disampaikan oleh masyarakat penerima manfaat. Perwakilan petani dari Kecamatan Peusangan, Azmi, menegaskan bahwa masyarakat sangat mengharapkan Program Cetak Sawah Rakyat terus berlanjut karena dinilai membawa manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan petani.


    "Program ini adalah harapan kami untuk masa depan pertanian. Jika ada pihak yang berupaya menghambat kepentingan masyarakat, kami siap berdiri di barisan terdepan untuk mempertahankan program ini," tegas Azmi.


    Program Cetak Sawah Rakyat bukan sekadar membuka lahan pertanian baru, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membangun kemandirian ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama agar cita-cita tersebut dapat terwujud.


    "Kemajuan tidak lahir dari prasangka, tetapi dari kerja nyata. Keberhasilan bukan milik mereka yang hanya berbicara, melainkan milik mereka yang berani bekerja, menjaga amanah, dan bersatu demi kepentingan rakyat. Ketika niat tulus berpadu dengan kebersamaan, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk ditaklukkan."


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan