• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Kegiatan Motocross Yang dilaksanakan Di Siborongborong Jadi Sorotan, Salah Satu Pendiri IAS,(Ikatan Anak Siborongborong) Buka Bicara Ini Bukan Agenda Baru Dikabupaten Tapanuli Raya.

    Saturday, August 15, 2026, 14:58 WIB Last Updated 2026-08-15T07:58:39Z

    TAPUT -- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, geliat berbagai kegiatan di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, mulai menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya rencana penyelenggaraan kejuaraan motocross yang dikaitkan dengan rangkaian kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan.


    Di tengah munculnya informasi mengenai dua agenda motocross, salah seorang pendiri Ikatan Anak Siborongborong (IAS), Tongam Manalu, S.H., M.H., angkat bicara.

    Tongam menegaskan, kegiatan motocross dalam momentum peringatan kemerdekaan bukanlah agenda yang baru muncul. Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang selama ini berkaitan dengan IAS dan telah dilaksanakan selama bertahun-tahun di Siborongborong.


    “Kegiatan motocross ini sudah menjadi bagian dari agenda yang selama ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan IAS. Karena itu, apabila muncul agenda yang memiliki kesamaan, tentu perlu ada kejelasan dan komunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Tongam.


    Ia menjelaskan, kegiatan motocross tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan masyarakat dalam menyemarakkan peringatan Proklamasi Kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan olahraga otomotif. Penyelenggaraannya, kata dia, tetap harus mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku di lingkungan Ikatan Motor Indonesia (IMI).


    Tongam berharap perbedaan agenda maupun kepanitiaan tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat memecah kebersamaan masyarakat maupun keluarga besar IAS.

    Menurutnya, setiap perbedaan masih dapat diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan keterbukaan antarpihak. Ia juga meminta seluruh pihak mengedepankan kepentingan bersama agar momentum HUT RI ke-81 tetap berlangsung dalam suasana persaudaraan.


    “Kita tidak menginginkan adanya perpecahan. IAS sejak awal didirikan dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Karena itu, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi yang baik,” katanya.


    Tongam juga berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar serta mekanisme pemberian rekomendasi terhadap kepanitiaan yang ada.

    Menurutnya, kejelasan tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada pembalap, komunitas otomotif, panitia, dan masyarakat sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan akibat perbedaan agenda.


    “Marilah kita saling berkoordinasi dengan baik demi kebaikan organisasi IAS ke depan. Jangan sampai persoalan kegiatan ini justru menimbulkan perpecahan di antara kita,” ujar Tongam saat memberikan keterangan di kantor IAS Siborongborong.


    Perhatian masyarakat mencuat setelah muncul informasi mengenai adanya rekomendasi terhadap dua kepanitiaan yang berkaitan dengan kegiatan motocross dalam rangka HUT RI ke-81 di Kecamatan Siborongborong.


    Salah satu agenda disebut akan digelar di kawasanSirkuit Permanen SL2000 Desa Bahal Batu ,sementara satu lagi di

    Pacuan Kuda Siborongborong,


    Kemunculan dua Kegiatan motocross tersebut kemudian menimbulkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Di antaranya mengenai status masing-masing kegiatan, dasar rekomendasi, serta sejauh mana koordinasi antara pemerintah daerah, Dengan panitia penyelenggara, IAS, IMI, dan pihak terkait lainnya.


    Sorotan semakin berkembang setelah beredar informasi mengenai surat  himbauan dari IMI Sumatera Utara tertanggal 12 Agustus 2026  dimana dalam surat tersebut dituangkan larangan agar jangan ada di Pacuan Kuda siborongborong lomba motorCrros .




    Untuk mendapatkan penjelasan mengenai rekomendasi dan keberadaan dua kegiatan motocross tersebut, awak media telah menghubungi Bupati Tapanuli Utara melalui WhatsApp pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

    Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan atau klarifikasi resmi dari Bupati Tapanuli Utara mengenai rekomendasi terhadap dua kepanitiaan maupun polemik penyelenggaraan motocross tersebut.



    (edys lumban toruan)

    Komentar

    Tampilkan