• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Keluarga Penderita Stroke di Simaeasi Tinggal di Rumah Memprihatinkan, Harapkan Perhatian Pemda Nias Barat

    Thursday, August 27, 2026, 23:05 WIB Last Updated 2026-08-27T16:05:31Z

    NIAS BARAT – Kondisi kehidupan keluarga Faduhusa Daeli, warga yang tinggal Desa Simaeasi, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, sangat memprihatinkan. Dalam kondisi menderita stroke dan tidak lagi mampu bekerja, Faduhusa bersama anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SMP harus tinggal di sebuah rumah yang kondisinya jauh dari layak huni.


    Rumah yang menjadi tempat berlindung keluarga tersebut tampak mengalami kerusakan pada sejumlah bagian. Kondisi dinding dan atap yang sudah tidak layak membuat keluarga ini harus bertahan dalam keterbatasan, sementara kemampuan ekonomi Faduhusa semakin terbatas akibat penyakit yang dideritanya.


    Kondisi tersebut semakin berat karena istrinya saat ini harus menjalani perawatan medis di Medan. Dengan kondisi Faduhusa yang tidak mampu bekerja dan anak yang masih bersekolah, keluarga ini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat dan dari pihak yang bisa membantu.


    Ironisnya, rumah yang sangat memprihatinkan tersebut berjarak dekat sekali dengan rumah yang dikenal warga sebagai Rumah Singgah Bupati sekaligus Posko Pemenangan. Kedekatan lokasi itu membuat kondisi keluarga Faduhusa semakin menjadi sorotan dan sekaligus memunculkan harapan agar keberadaan mereka benar-benar mendapat perhatian pemerintah daerah.


    “Saya sudah tidak bisa kerja lagi karena sakit. Anak saya masih sekolah. Tolong sampaikan kepada Bupati agar kami diperhatikan,” ujar Faduhusa kepada awak media pada hari kamis, 27/08/2026.


    Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui dinas terkait dapat datang melihat langsung kondisi keluarganya. Bukan hanya melakukan pendataan, tetapi memberikan solusi nyata sesuai dengan program bantuan dan ketentuan yang berlaku, terutama terkait rumah layak huni, bantuan sosial, pelayanan kesehatan, dan pendidikan anak.


    Kondisi keluarga Faduhusa juga menjadi perhatian karena mereka tinggal di rumah yang secara kasatmata membutuhkan perbaikan serius. Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu hingga kondisi rumah semakin membahayakan penghuni, tetapi segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah penanganan.


    Faduhusa bersama keluarganya kini hanya bisa berharap Pemda Nias Barat benar-benar hadir dan memperhatikan kehidupan mereka. Di tengah keterbatasan akibat sakit dan kondisi rumah yang memprihatinkan, perhatian pemerintah dinilai sangat berarti bagi keberlangsungan hidup keluarga tersebut.


    Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat mengenai kondisi keluarga Faduhusa Daeli maupun langkah yang akan dilakukan untuk membantu mereka.


    Bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan, rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat berlindung. Karena itu, harapan mereka sederhana: agar pemerintah datang melihat, mendengar, dan membantu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak.


    (Utema Gulo)

    Komentar

    Tampilkan