Pernyataan tersebut disampaikan Yulyanus Flasy pada Rabu (27/8/2026). Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta ataupun mengemis jabatan apa pun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.
“Saya atas nama Yulyanus Flasy tidak mengemis jabatan apa pun di kabupaten ini. Saya meminta Ibu Bupati kembalikan harga diri saya,” tegas Yulyanus.
Yulyanus juga menyoroti informasi yang beredar terkait adanya dugaan pembicaraan dan penyelesaian persoalan tersebut bersama pihak Kepolisian Resor Sorong Selatan.
Menurutnya, informasi tersebut perlu diluruskan karena pihak keluarga Flasy tidak pernah melakukan pembicaraan sebagaimana yang disebutkan.
“Kami keluarga Flasy tidak ada pembicaraan seperti itu. Tegas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan antara pihak keluarga Flasy dengan jajaran Polres Sorong Selatan memang pernah dilakukan. Namun, menurut Yulyanus, pertemuan tersebut hanya berkaitan dengan persoalan harga babi dan tidak membahas mengenai jabatan ataupun permintaan jabatan tertentu.
“Pertemuan kami dengan Polres Sorong Selatan hanya terkait masalah harga babi. Tidak ada pembicaraan soal jabatan,” jelasnya.
Yulyanus kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan untuk meminta atau mendapatkan jabatan tertentu di Kabupaten Sorong Selatan. Ia bahkan menyampaikan penegasan tersebut atas nama keluarga dan demi menjaga kehormatan serta nama baiknya.
“Saya tegas sekali lagi, demi nama Tuhan Yesus, saya Yulyanus Flasy, S.Sos., tidak mengemis jabatan apa pun di kabupaten ini,” tutupnya.
Pihak keluarga Flasy berharap persoalan tersebut dapat segera diluruskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun berkembang menjadi informasi yang merugikan nama baik keluarga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan maupun Polres Sorong Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan Yulyanus Flasy tersebut.
(Moy)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









