Dalam kisah yang berkembang di lingkungan keluarga dan kerabat kerajaan, Raden Adipati Putra disebut menyaksikan langsung tragedi yang menimpa sejumlah tokoh kerajaan dan bangsawan Kalimantan Barat pada masa pendudukan Jepang.
Raden Adipati Putra dikisahkan memiliki kemampuan kebal terhadap peluru dan senjata tajam. Dalam peristiwa tersebut, ia disebut berhasil lolos dari tebasan samurai pasukan Jepang.
Tidak sendirian, Raden Adipati Putra disebut ditemani salah seorang kerabat istana, yakni Syekh Awwab Bansir. Sosok Syekh Awwab Bansir dalam kisah tersebut dikenal sebagai seorang ulama yang diyakini memiliki karomah dan pertolongan Allah atau ma'unah sebagaimana kisah para wali.
Cerita tersebut menyebutkan bahwa ketika seorang algojo Jepang mengayunkan samurainya kepada Syekh Awwab Bansir, senjata tersebut dikisahkan mengalami kerusakan hingga patah. Sang algojo kemudian disebut mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.
Peristiwa itu membuat keduanya segera menyelamatkan diri. Raden Adipati Putra bersama Syekh Awwab Bansir kemudian dikisahkan melarikan diri menuju Istana Kadariah Pontianak untuk menyampaikan kabar mengenai tragedi yang terjadi di Mandor, termasuk gugurnya sejumlah Sultan dan tokoh kerajaan.
Setelah menyampaikan kabar tersebut, keduanya disebut segera kembali menuju Kerajaan Selimbau Darussalam. Kepulangan itu dilakukan untuk menyampaikan informasi kepada keluarga kerajaan sekaligus mengambil langkah penyelamatan terhadap rakyat yang masih berada di wilayah tersebut.
Kisah Raden Adipati Putra dan Syekh Awwab Bansir tersebut menjadi bagian dari cerita sejarah lisan yang diwariskan oleh keluarga dan keturunan kerajaan. Di tengah banyaknya catatan sejarah mengenai tragedi Mandor, kisah kesaksian para penyintas juga menjadi bagian yang menarik untuk ditelusuri dan didokumentasikan.
Tragedi Mandor sendiri dikenal sebagai salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Kalimantan Barat pada masa pendudukan Jepang. Sejumlah tokoh kerajaan, bangsawan, cendekiawan, dan masyarakat menjadi korban kekejaman pada masa tersebut.
Kisah ini disampaikan sebagai catatan sejarah keluarga dan tradisi tutur yang perlu ditelusuri lebih lanjut melalui sumber sejarah, dokumen, serta kesaksian para keturunan dan ahli sejarah agar fakta sejarah dan cerita yang berkembang di masyarakat dapat ditempatkan secara proporsional.
(Dede Black)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









