• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Sukses! Semarakan HUT RI ke-81, Komite dan Paguyuban Samangraya II Gelar Lomba Masak Nasi Goreng

    Saturday, August 15, 2026, 16:05 WIB Last Updated 2026-08-15T09:05:52Z

    CILEGON – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komite dan Paguyuban SDN Samangraya II menggelar lomba memasak nasi goreng yang berlangsung meriah di halaman sekolah, Sabtu (15/8/2026).


    Kegiatan yang diinisiasi oleh Komite SDN Samangraya II tersebut menjadi salah satu cara untuk mempererat kebersamaan antara orang tua, paguyuban, komite, dan dewan guru sekaligus menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang berbeda dari biasanya.


    Lomba diikuti sebanyak 13 kelompok peserta. Sebanyak 12 kelompok merupakan perwakilan dari masing-masing kelas 1 hingga kelas 6, dengan setiap kelas mengirimkan dua peserta. Selain itu, turut berpartisipasi satu kelompok yang terdiri dari perwakilan dewan guru.

    Ketua Komite SDN Samangraya II, Dwiyani Esti, yang akrab disapa Mamah Tangguh, mengatakan lomba memasak nasi goreng sengaja dipilih karena dianggap dekat dengan keseharian para ibu di lingkungan paguyuban.


    “Ini adalah kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang ke-81. Kami mencari sesuatu yang berbeda berdasarkan kebiasaan yang dilakukan ibu-ibu paguyuban. Sepertinya hampir semua bisa memasak, apalagi nasi goreng, tetapi tentu masing-masing punya resep dan cara tersendiri dalam membuatnya,” ujar Dwiyani.


    Menurutnya, konsep lomba dibuat sederhana dan menggunakan bahan serta perlengkapan seminimal mungkin agar tidak merepotkan para peserta. Meski sederhana, suasana perlombaan berlangsung penuh semangat, kekompakan, dan keceriaan.


    “Karena itu kami menginisiasi perlombaan ini. Bahan dan perlengkapannya dibuat minimalis sehingga tidak merepotkan peserta. Yang terpenting adalah kebersamaan dan bagaimana kita bisa memeriahkan HUT Kemerdekaan bersama-sama,” tambahnya.


    Dalam perlombaan tersebut, peserta dituntut tidak hanya menghasilkan nasi goreng dengan cita rasa yang lezat, tetapi juga menunjukkan kekompakan dan kecepatan dalam menyelesaikan masakan.


    Adapun sistem penilaian meliputi rasa sebesar 50 persen, dengan kriteria gurih, pas, dan menggugah selera. Kemudian kecepatan dan kekompakan sebesar 25 persen, yang meliputi penyelesaian tepat waktu serta kerja sama tim. Sementara penyajian dan kebersihan sebesar 25 persen, meliputi tampilan atau plating serta kebersihan area memasak.


    Untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif dan transparan, panitia menghadirkan tiga orang juri. Tim juri terdiri dari dua orang ibu pengawas dari Kecamatan Citangkil serta Ketua Komite SDN Samangraya II, Dwiyani Esti.


    Ketiga juri tersebut bertugas memberikan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh panitia, mulai dari cita rasa, kecepatan dan kekompakan, hingga penyajian serta kebersihan.


    Untuk menambah kemeriahan, panitia juga memberikan bonus 5 poin bagi tim yang paling semangat meneriakkan “Merdeka!” saat waktu perlombaan berakhir. Sebaliknya, peserta yang melewati batas waktu 20 menit akan mendapatkan penalti pengurangan 5 poin.


    Keputusan juri dalam perlombaan tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

    Para peserta pun tampak antusias mengikuti perlombaan. Dengan peralatan sederhana, masing-masing tim berusaha menyajikan nasi goreng terbaik dengan mengandalkan resep dan kreativitas masing-masing.


    Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan keluarga besar SDN Samangraya II.


    Para pemenang lomba mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan untuk Juara 1, Juara 2, dan Juara 3

    Semangat perlombaan pun terangkum dalam slogan kegiatan, “Masak Cepat, Rasa Juara, Semangat Merdeka!”


    Melalui kegiatan tersebut, Komite dan Paguyuban SDN Samangraya II berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong seluruh keluarga besar sekolah.

    Komentar

    Tampilkan