Kondisi fasilitas sanitasi di sekolah tersebut saat ini sangat memprihatinkan dan sebagian sudah tidak layak digunakan. Keadaan ini semakin membutuhkan perhatian serius setelah lingkungan sekolah turut terdampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Fasilitas dasar yang seharusnya menjadi bagian penting dalam menunjang kenyamanan dan kesehatan warga sekolah justru kini berada dalam kondisi yang sangat terbatas.
Berdasarkan pantauan media ini pada Sabtu (15/8/2026), kebutuhan terhadap kamar mandi dan WC merupakan salah satu fasilitas yang paling mendesak untuk segera mendapatkan penanganan. Apabila kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya pembangunan maupun perbaikan, tentu akan menimbulkan kesulitan bagi siswa dan guru ketika membutuhkan fasilitas sanitasi selama berada di sekolah.
Dalam kondisi tertentu, para siswa maupun dewan guru terpaksa harus pulang ke rumah atau menggunakan fasilitas di Meunasah desa yang jaraknya cukup jauh dari lingkungan sekolah. Kondisi tersebut tentunya kurang ideal, terlebih bagi anak-anak sekolah dasar yang membutuhkan fasilitas sanitasi yang aman, bersih, sehat, dan mudah dijangkau.
Selain pembangunan kamar mandi dan WC, pihak sekolah juga sangat mengharapkan adanya bantuan rehabilitasi (revitalisasi) sarana dan prasarana sekolah. Sejumlah bagian bangunan sekolah mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian. Salah satunya adalah plafon yang kondisinya mulai rusak dan dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan proses belajar mengajar.
Kepala UPTD SDN 11 Jeunieb, Junaidi, S.Pd., saat ditemui pada Sabtu (15/8/2026), menyampaikan harapan agar kondisi sekolah tersebut dapat segera mendapat perhatian dari pihak terkait.
Menurutnya, dukungan terhadap perbaikan dan rehabilitasi sekolah bukan hanya menyangkut pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan para peserta didik. Dengan lingkungan sekolah yang lebih baik, bersih, aman, dan nyaman, para siswa akan lebih tenang dalam mengikuti proses pembelajaran, sementara para guru dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal.
“Dengan adanya bantuan rehabilitasi, kami berharap lingkungan sekolah dapat menjadi lebih baik, indah, aman dan nyaman. Proses belajar mengajar pun dapat berlangsung dengan tenang. Saat ini, beberapa bagian bangunan, termasuk plafon, sudah mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan,” demikian harapan pihak sekolah.
Pihak sekolah juga menilai bahwa keberadaan kamar mandi dan WC yang layak merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan. Fasilitas sanitasi yang memadai sangat penting dalam menjaga kebersihan, kesehatan, kenyamanan, serta membentuk kebiasaan hidup bersih bagi peserta didik sejak usia dini.
Karena itu, pihak sekolah sangat berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dapat memberikan perhatian dan bantuan secepatnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bantuan pembangunan kamar mandi dan WC serta rehabilitasi sarana sekolah dinilai akan memberikan manfaat besar bagi seluruh warga UPTD SDN 11 Jeunieb.
Kepala sekolah Junaidi, S.Pd., berharap adanya kepedulian nyata dari pemerintah dan pihak-pihak terkait agar persoalan fasilitas dasar di sekolah mereka dapat segera ditangani. Menurutnya, sekolah bukan sekadar tempat berdirinya sebuah bangunan, melainkan tempat tumbuhnya harapan dan masa depan generasi penerus bangsa.
“Membangun sekolah berarti membangun masa depan. Setiap fasilitas yang kita hadirkan dengan layak hari ini, sesungguhnya adalah investasi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di masa yang akan datang.”
Pihak sekolah berharap kondisi yang ada saat ini dapat menjadi perhatian bersama. Sebab, pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar, tetapi juga didukung oleh lingkungan dan fasilitas yang layak, sehat, aman, serta mampu memberikan rasa nyaman kepada para siswa dan tenaga pendidik.
Dengan adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah maupun para pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan, UPTD SDN 11 Jeunieb diharapkan dapat segera memiliki fasilitas kamar mandi dan WC yang layak serta lingkungan sekolah yang lebih baik, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara maksimal demi mencetak generasi Bireuen yang cerdas, berkarakter dan berprestasi.
( Hemdra)










