• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Camat Pandrah Buka Jalan Perjuangan yang Puluhan Tahun Terisolasi

    Friday, September 11, 2026, 20:28 WIB Last Updated 2026-09-11T13:28:36Z

    BIREUEN — Camat Pandrah, Juanda Abdullah, S.E., M.M., membuka kembali akses Jalan Perjuangan yang selama puluhan tahun terisolasi dan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.


    Pembukaan akses jalan tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali salah satu jalur yang dinilai memiliki nilai strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat serta menghubungkan sejumlah fasilitas publik di Kecamatan Pandrah.


    Kegiatan berlangsung pada Jumat (11/9/2026), bertepatan dengan agenda Jumat Bersih. Camat Pandrah Juanda Abdullah didampingi Kapolsek Pandrah Ipda Muhammad Andi Nova, S.H., M.H., Ketua Apdesi Pandrah Khairi Agani, serta masyarakat setempat.


    Kegiatan gotong royong itu turut melibatkan para kepala desa, kepala sekolah, guru, dan siswa. Mereka bersama-sama membersihkan ruas Jalan Perjuangan yang menghubungkan Desa Reudeup dengan Desa Alue Igueh.


    Pembersihan dilakukan karena kondisi ruas jalan dan bahunya telah dipenuhi semak belukar serta ranting pohon, sehingga akses tersebut sulit dilalui. Kondisi itu dinilai perlu segera ditangani agar masyarakat yang melintas dapat merasa lebih aman dan nyaman.


    Kepada awak media, Camat Pandrah Juanda Abdullah mengatakan, penataan kembali Jalan Perjuangan menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut.


    “Jalan ini sudah cukup lama tidak dimanfaatkan secara optimal. Semak dan ranting telah menutupi sebagian badan serta bahu jalan sehingga masyarakat sulit melintas. Karena itu, kita berinisiatif membuka dan membersihkannya kembali agar akses ini dapat digunakan dengan baik,” ujar Juanda.


    Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong sekaligus sinergi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, pemerintah desa, dunia pendidikan, dan masyarakat.


    “Ini bukan hanya kegiatan membersihkan jalan, tetapi juga bentuk kebersamaan dalam menjaga dan menghidupkan kembali fasilitas publik yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” katanya.


    Akses Strategis ke Fasilitas Publik

    Jalan Perjuangan memiliki panjang sekitar 500 meter dengan lebar 4,5 meter. Jalur tersebut terhubung langsung dengan Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di sebelah timur Kantor Camat Pandrah dan sebelah barat Mapolsek Pandrah.


    Keberadaan jalan tersebut dinilai cukup strategis karena menjadi akses alternatif menuju sejumlah fasilitas publik yang berada di belakang kompleks Kantor Camat Pandrah, antara lain SMA, SMP, kantor keuchik, dan kantor mukim.


    “Posisinya cukup strategis karena menghubungkan kantor pemerintahan, kepolisian, sekolah, serta kantor keuchik dan mukim. Dengan dibukanya kembali jalur ini, masyarakat dapat menempuh jarak yang lebih dekat dan aktivitas mereka menjadi lebih mudah,” jelas Juanda.


    Selain melakukan pembersihan, pihak Kecamatan Pandrah juga melakukan pengukuran dimensi jalan sebagai bagian dari penataan administrasi sekaligus pendataan kondisi teknis jalur tersebut.


    Juanda menegaskan, pendataan itu penting agar ukuran, kondisi, serta berbagai data teknis lainnya tercatat secara jelas dan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.


    “Ukuran, kondisi, dan data teknis lainnya harus kita catat dengan jelas dalam berita acara. Ini penting untuk menjaga tertib administrasi sekaligus menghindari persoalan di kemudian hari,” tegasnya.


    Hasil Komunikasi dan Musyawarah

    Juanda menjelaskan, pemanfaatan kembali Jalan Perjuangan merupakan hasil komunikasi dan musyawarah yang dilakukan dalam waktu cukup panjang dengan melibatkan berbagai pihak di Kecamatan Pandrah.


    Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Pandrah, Apdesi, Polres Bireuen, pemerintah desa, unsur pendidikan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap upaya membuka kembali akses tersebut.


    Secara khusus, Juanda juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., yang dinilai memberikan respons cepat terhadap upaya pembukaan akses Jalan Perjuangan, termasuk dukungan melalui pengerahan alat berat untuk membantu penanganan jalur tersebut.


    “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Ini merupakan hasil dari komunikasi dan kebersamaan banyak pihak. Dukungan pemerintah daerah juga sangat berarti dalam proses membuka kembali akses ini,” ungkapnya.


    Harapkan Dilanjutkan hingga Pengaspalan

    Camat Pandrah berharap pembukaan Jalan Perjuangan tidak berhenti pada tahap pembersihan dan pembukaan akses semata. Menurutnya, langkah tersebut harus menjadi awal dari upaya penataan dan peningkatan kualitas jalan secara berkelanjutan.


    Ia berharap ke depan pemerintah dapat melanjutkan penanganan terhadap badan jalan, termasuk peningkatan konstruksi hingga pengaspalan.


    “Mudah-mudahan ke depan penanganannya bisa dilanjutkan hingga pengaspalan badan jalan, sehingga akses ini tidak hanya kembali terbuka, tetapi benar-benar menjadi jalan yang layak, aman, dan nyaman digunakan masyarakat,” harap Juanda.


    Dengan dibukanya kembali Jalan Perjuangan, masyarakat diharapkan memperoleh akses mobilitas yang lebih mudah, sekaligus membuka peluang bagi terhubungnya berbagai aktivitas sosial, pendidikan, pemerintahan, dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.


    Langkah sederhana melalui gotong royong itu menjadi awal dari sebuah harapan besar: menghidupkan kembali akses yang telah lama terputus dan mengembalikannya sebagai bagian penting dari denyut kehidupan masyarakat Kecamatan Pandrah.


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan