Ia secara tegas menepis anggapan bahwa dirinya tidak peduli atau berdiam diri atas musibah karhutla tersebut.
Melalui pesan WhatsApp pada investigasi lencasyber,Jamhuri menegaskan bahwa dirinya telah berada di garis depan pemadaman jauh sebelum isu tersebut mencuat.
“Fokus Penanganan Dampak di Lapangan
Sebagai salah satu pemangku kebijakan daerah, Wakil Bupati memiliki peran vital dalam koordinasi dan penanganan langsung dampak karhutla.
Jamhuri menjelaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memastikan kobaran api tidak meluas ke permukiman warga dan kawasan hutan yang lebih dalam.
“Kami berjibaku berusaha menghalau dan memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tujuan kami satu: yang penting kobaran api tidak menjalar masuk lebih dalam maupun mengancam pemukiman warga,” ujarnya.
Jamhuri menyampaikan permohonan maaf. Ia menerangkan bahwa kondisi medan yang terisolasi menjadi hambatan utama dalam penyampaian informasi ke publik.
“Mohon maaf kalau kegiatan kami selama ini tidak terekspos.Lokasi kami sangat jauh di dalam kawasan hutan dengan akses yang sulit dijangkau, sehingga sulit menyampaikan informasi ke luar.
"Namun saya tegaskan, saya tidak tinggal diam. Saya peduli dan berjuang bersama masyarakat Ketapang untuk menanggulangi musibah ini,” pungkasnya.
Pernyataan ini menjawab keraguan publik mengenai langkah dan kepedulian jajaran pimpinan daerah Ketapang dalam menangani bencana karhutla secara langsung di lapangan.
(Jailani)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









