Kebakaran menimpa rumah keluarga T. Guntur Dahwan pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar siang hari. Kobaran api menghanguskan rumah beserta sejumlah harta benda milik keluarga tersebut, di antaranya sepeda motor, sepeda, peralatan rumah tangga, serta berbagai perangkat elektronik.
Musibah tersebut juga menyebabkan T. Guntur Dahwan, 42 tahun, yang merupakan anggota TNI aktif, mengalami luka bakar ketika berupaya menyelamatkan istri dan ketiga anaknya dari kobaran api.
Saat kejadian, sang istri, Irma (35), bersama ketiga anak mereka, T. Haidar (12), Cut Haidara (9), dan T. Baizier (3), berada di dalam rumah.
Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Namun, mengenai penyebab pasti kebakaran, hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
Mendapat informasi mengenai musibah tersebut, Edi Saputra segera mendatangi lokasi kejadian. Kehadirannya tidak hanya untuk melihat langsung kondisi keluarga korban, tetapi juga menyerahkan bantuan dari PMI Kabupaten Bireuen sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Usai mengunjungi lokasi kebakaran, Edi kemudian melanjutkan perjalanan ke RS BMC Bireuen untuk menjenguk T. Guntur Dahwan yang masih menjalani perawatan akibat luka bakar yang dialaminya.
“Kita mungkin tidak mampu mengganti seluruh kehilangan mereka, tetapi kita bisa hadir untuk meringankan beban dan memberikan kekuatan. Di saat saudara kita tertimpa musibah, jangan biarkan mereka merasa sendiri,” ujar Edi kepada awak media, Minggu (6/9/2026).
Menurut Edi, bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian PMI Kabupaten Bireuen terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus bagian dari komitmen PMI untuk terus hadir dalam setiap situasi kemanusiaan.
“Musibah bisa datang tanpa diundang dan mengambil banyak hal dalam sekejap. Namun, kepedulian dan kebersamaan dapat menjadi kekuatan untuk bangkit kembali. Setidaknya, dengan hadir dan membantu, kita ingin menunjukkan bahwa masih ada tangan-tangan yang siap menguatkan,” tambahnya.
Edi menegaskan, PMI Kabupaten Bireuen akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi bencana maupun kondisi yang membutuhkan pertolongan kemanusiaan.
“Insya Allah, PMI Bireuen akan terus hadir. Karena bagi kami, kemanusiaan bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi tentang menghadirkan kepedulian, menguatkan yang sedang lemah, dan menumbuhkan harapan di tengah kesulitan,” pungkas Edi.
Musibah boleh merenggut harta benda, tetapi semangat untuk bangkit tidak boleh padam. Di tengah kehilangan, kepedulian sesama adalah kekuatan; dan di tengah kesulitan, kehadiran orang-orang yang peduli menjadi pengingat bahwa tidak ada duka yang harus dipikul seorang diri.
( Hendra)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









