Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, survei harga bahan pangan disebut dilakukan setiap hari Selasa dan harga tersebut diduga menjadi acuan selama satu minggu.
Padahal harga ikan, ayam, cabai, tomat, sayur-mayur, minyak goreng dan kebutuhan lainnya dapat berubah setiap hari. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: jika harga pasar berubah setelah Selasa, siapa yang menanggung selisihnya?
KOPERASI MENGAKU MERUGI
Penanggung Jawab Koperasi Romatama Pangan Abadi, Frengky Sianturi, mengaku mengalami kerugian akibat mekanisme harga tersebut.
«“Harga ditentukan setiap hari Selasa, padahal harga komoditas berubah-ubah. Kondisi itu membuat koperasi kami mengalami kerugian,” ujar Frengky, Selasa (1/9/2026).»
Selain persoalan harga, mekanisme nota pembelian dan dugaan fee juga menjadi sorotan. Publik mempertanyakan siapa yang menentukan harga, siapa yang melakukan survei, siapa yang memeriksa nota dan bagaimana selisih harga dicatat dalam administrasi.
Dugaan Intensif Guru Dengan Rp.500 Per dua Minggu Dipertanyakan.
Lebih jauh, awak media memperoleh informasi mengenai dugaan permintaan Rp500 ribu setiap dua minggu kepada pihak sekolah oleh pemilik dapur.
Informasi tersebut masih membutuhkan klarifikasi dan pembuktian. Jika benar terjadi, tentu perlu dijelaskan dasar permintaan, penerima dana serta penggunaannya.
8 (delapan) Dapur Dikecamatan siborongborong Dipantau
Pada Selasa (1/9/2026), awak media melakukan monitoring terhadap delapan dapur MBG di Siborongborong.
Sejumlah pertanyaan muncul terkait status koperasi, pola pengadaan dan pengawasan pembelian bahan pangan dari pasar, petani maupun toko.
Publik kini menunggu penjelasan pihak pengelola MBG dan instansi terkait. Apakah harga memang ditetapkan setiap Selasa untuk berlaku seminggu? Bagaimana nota diverifikasi? Apakah benar terdapat fee? Dan siapa yang mengawasi seluruh transaksi dapur MBG?
Sebab MBG menyangkut makanan anak-anak dan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan. Harga harus jelas, nota harus jelas, pengadaan harus jelas—dan pengawasannya pun harus terang-benderang.
(Edys lumbantoruan)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









