• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    K3S Kecamatan Cilegon Gelar Workshop Pembelajaran Interaktif dan Berkarakter, Diikuti 256 Peserta

    Sunday, September 20, 2026, 18:41 WIB Last Updated 2026-09-20T22:44:11Z

    CILEGON – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cilegon menggelar Workshop Pembelajaran Interaktif dan Berkarakter sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik di tengah perkembangan era digitalisasi pendidikan.


    Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (19/09/2026) tersebut diikuti sekitar 256 peserta yang terdiri dari guru kelas 1 hingga kelas 6, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), guru Bahasa Inggris, serta guru muatan lokal Bahasa Cilegon, bertempat di aula Diskominfo Kota Cilegon. 


    Ketua Pelaksana kegiatan, Ubay Fahmi, mengatakan workshop tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi, tetapi juga menekankan pentingnya pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.


    “Tujuannya untuk membekali terkait kompetensi pendidik. Kita juga menyeimbangkan dengan kondisi sekarang yang serba digital. Namun, terlepas dari era digital, kita tetap perlu memandang bagaimana akhlakul karimah siswa. Itu yang kita tekankan, sehingga ada keseimbangan antara kompetensi siswa dengan akhlak mereka,” ujar Ubay.


    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Hj. Heni Anita Susila. Dalam kesempatan tersebut, Heni juga memberikan materi mengenai disiplin dan kinerja guru.


    Selain itu, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber. Di antaranya Neni Rustini yang menyampaikan materi mengenai capaian pembelajaran, Sunarto terkait penyusunan modul pembelajaran yang efektif dan esensial, serta materi mengenai modul kokurikuler yang disampaikan oleh narasumber lainnya.


    Ubay menjelaskan, kegiatan workshop juga menjadi bagian dari upaya mendorong guru agar terus memperbarui pengetahuan dan kompetensinya. Menurutnya, perkembangan kurikulum yang dinamis menuntut para pendidik untuk terus belajar dan melakukan penyempurnaan.


    “Kalau kurikulum itu selalu dinamis, kita perlu meng-upgrade diri. Di dalam Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk terus berkembang. Jangan sampai kita merasa sudah bisa, sementara kurikulum terus mengalami penyempurnaan,” katanya.


    Ia menilai, peningkatan kapasitas guru akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik.


    “Kalau kita sudah upgrade, tentu pembelajaran yang kita berikan kepada peserta didik akan jauh lebih baik. Itu yang kita harapkan kepada guru-guru, khususnya di Kecamatan Cilegon dan umumnya di Kota Cilegon,” ujarnya.


    Ubay juga menekankan pentingnya sikap amanah dan kemauan untuk terus belajar bagi seorang pendidik. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan tugasnya dan harus mampu menghargai setiap proses pembelajaran.


    “Saya yakin guru di Kecamatan Cilegon maupun di Kota Cilegon bisa menjalankan amanah dengan baik. Kalau berbicara amanah, guru akan menghargai proses dan mampu menilai dirinya sendiri untuk terus belajar, bukan merasa sudah bisa dan kemudian berhenti belajar,” tuturnya.


    Sebagai tindak lanjut workshop, materi yang diperoleh para peserta akan diteruskan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) di masing-masing sekolah.


    “Kita akan melaksanakan tindak lanjut di KKG masing-masing atau kelompok kerja guru di masing-masing sekolah dan KKG Kecamatan, Ada KKG kelas 1 sampai 6, kemudian guru PAI dan PJOK. Dalam tindak lanjutnya kita juga melibatkan pengawas sekolah, sebagaimana pengawas juga ikut mengisi materi pada kegiatan hari ini,” pungkas Ubay.

    (Vie) 

    Komentar

    Tampilkan