• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Di Sampit Dnn Sekitarnya Masih Terus Menyala Akibat Lahan Gambut Kering Dan Angin Kencang,

    Sunday, September 20, 2026, 08:39 WIB Last Updated 2026-09-20T01:39:52Z

    SAMPIT - Kecamatan Kota Besi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), (20/09/2026)


    Termasuk titik baru yang Terbakar Di kawasan desa  Kandan pada Sabtu malam 19/09/2026

    Kobaran api cepat membesar di semak belukar dan lahan gambut kering di Desa Kandan kec Kota Besi Hulu  pada Sabtu Malam , tidak jauh dari badan jalan raya.


    Kabut asap pekat sempat menurunkan jarak pandang di Sampit hingga sekitar 150 meter pada siang hari akibat rendahnya kecepatan angin dan sisa pembakaran gambut.


    BPBD Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat hampir 1.000 kejadian karhutla telah ditangani tahun ini, sementara aparat kepolisian terus mendalami puluhan TKP terkait dugaan Kebakaran lahan.


    Dari pantauan udara, Sabtu malam (5/9) terlihat sejumlah titik api masih menyala di wilayah Sampit, kotawaringin Timur. Nyala api terlihat cukup besar dengan asap yang membumbung di sekitar area terbakar. Petugas BPBD dan TNI masih terus melakukan upaya pemadaman.


    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut belum tuntas dan api masih sulit dikendalikan.


    Petugas gabungan dari BPBD dan TNI harus terus berjibaku hingga malam hari karena api dan kepulan asap masih masif.


    Ancaman bagi Warga Munculnya titik api hingga malam hari meningkatkan kekhawatiran warga sekitar terhadap potensi merembetnya api dan buruknya kualitas udara akibat kabut asap.ujarnyam


    Upaya pemadaman darat terus digenjot oleh tim gabungan bersama relawan, sementara helikopter water bombing disiapkan untuk menjangkau titik api di lahan gambut yang sulit diakses darat.


    Meski operasionalnya kerap terkendala cuaca dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kering, tim satgas udara tetap dikerahkan untuk melakukan water bombing guna melokalisasi kobaran api.ujarnya.


    (JN)

    Komentar

    Tampilkan