Dalam program revitalisasi tersebut, SDN Merak mendapatkan bantuan rehabilitasi terhadap sejumlah fasilitas sekolah. Adapun bagian yang direhabilitasi meliputi lima ruang kelas, satu ruang kepala sekolah, satu ruang guru, serta dua toilet.
Nurjanah menjelaskan, pekerjaan revitalisasi mencakup perbaikan bagian atap dan jendela yang kondisinya sudah membutuhkan penanganan.
“Untuk revitalisasi dari Kemendikdasmen tahun 2026 ini, SDN Merak mendapatkan rehab lima ruang kelas, satu ruang kepala sekolah, satu ruang guru, dan dua toilet. Rehabilitasi meliputi bagian atap, jendela, dan beberapa bagian lainnya,” ujar nya saat di temui media, Sabtu, 05 September 2026.
Menurutnya, sejak awal pihak sekolah sebenarnya mengajukan pembangunan ruang kelas baru. Hal tersebut dikarenakan SDN Merak masih mengalami keterbatasan ruang belajar. Namun, kondisi sekolah yang tidak memiliki lahan cukup menjadi salah satu kendala untuk pembangunan ruang kelas baru.
“Waktu pengajuan, sebetulnya kami ingin pembangunan ruang kelas baru karena SDN Merak masih kekurangan ruang belajar. Awalnya saya mengusulkan pembangunan di lantai dua karena kita tidak punya lahan. Ada satu ruang di atas yang memungkinkan untuk dibangun, tetapi ternyata anggaran dari Kemendikdasmen tahun ini hanya diperuntukkan untuk rehabilitasi, belum untuk pembangunan ruang kelas baru,” jelasnya.
Meski demikian, Nurjanah mengaku bersyukur karena SDN Merak tetap mendapatkan bantuan revitalisasi. Menurutnya, kondisi sejumlah bangunan sekolah memang sudah membutuhkan perbaikan, terutama bagian atap yang mengalami kebocoran.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat. Banyak sekali sekolah yang mengharapkan mendapatkan program revitalisasi. SDN Merak memang sudah harus direhabilitasi karena atapnya banyak yang bocor,” katanya.
Ia menilai, perbaikan tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa maupun guru. Kondisi bangunan yang mengalami kerusakan sebelumnya dikhawatirkan dapat mengganggu proses pembelajaran, terutama ketika terjadi hujan.
“Kami khawatir karena anak-anak tidak bisa belajar dengan nyaman ketika kondisi atap bocor. Mudah-mudahan proses revitalisasi ini berjalan lancar sampai selesai, sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Nurjanah berharap program revitalisasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekolah serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di SDN Merak.
Ia juga berharap ke depan kebutuhan ruang belajar di SDN Merak dapat kembali menjadi perhatian pemerintah, mengingat keterbatasan lahan dan jumlah ruang kelas masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi sekolah.



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









