Meskipun api utama sudah padam, personel gabungan dari TNI, Polri, Perhutani, dan warga masyarakat masih disiagakan di lokasi sejak pukul 08.00 wib guna melakukan penanganan pasca bencana dan pembersihan material.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Petungkriyono Iptu Faridin, S.H., M.H mengungkapkan bahwa kondisi titik api di kawasan hutan perbukitan tersebut saat ini sudah dapat dikendalikan.
"Alhamdulillah, per pagi ini api sudah berhasil kita padamkan secara total. Tim gabungan TNI-Polri, Perhutani, serta warga masyarakat saat ini memfokuskan kegiatan pada pembersihan sisa-sisa kebakaran dan pemotongan pohon tumbang yang sempat menutupi akses jalan desa," kata Iptu Faridin saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Iptu Faridin menjelaskan, proses pendinginan (cooling down) bekas titik api terus digencarkan untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali bara api tersembunyi. Proses pendinginan tersebut dibantu langsung menggunakan 1 unit armada pemadam kebakaran milik Kodim 0710 Pekalongan.
"Guna memastikan bara benar-benar padam hingga ke dalam batang dan serasah, dilakukan penyiraman dan pendinginan menggunakan armada Damkar Kodim 0710 Pekalongan. Kami menyisir area berjarak sekitar 1 kilometer dari pemukiman warga Desa Curugmuncar," terangnya.
Hingga saat ini dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran hutan pinus tersebut. Sementara untuk estimasi nilai kerugian materiil masih dalam tahap perhitungan resmi oleh pihak Perhutani.
Kendati situasi terkini telah aman terkendali, kepolisian tetap menaruh perhatian ekstra terhadap potensi kebakaran susulan maupun bahaya pohon tumbang akibat terpaan angin kencang di kawasan perbukitan.
"Kondisi angin di lokasi masih cukup kencang. Kami mengkhawatirkan adanya sisa-sisa bara api tersembunyi di ceruk yang tidak terjangkau kembali menyala, serta pohon-pohon bekas terbakar berpotensi lapuk dan tumbang sewaktu-waktu," ujar Faridin.
Guna menjaga keselamatan publik, Polsek Petungkriyono mengimbau keras warga setempat maupun pengguna jalan untuk menunda aktivitas di sekitar lokasi jalan penghubung Desa Curugmuncar – Songgodadi.
"Kami mengimbau warga masyarakat agar tidak melintas terlebih dahulu di sekitar titik lokasi kebakaran. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Forkopimcam, Pemerintah Desa Curugmuncar, dan Perhutani untuk melakukan pemantauan berkala guna mencegah terjadinya kebakaran hutan susulan," pungkasnya.
(Riki)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









