Jumlah masyarakat yang terdampak diantaranya (Jefri Oepikan, Yohanes Nana dan Hendrikus Nana). Hal ini menunjukan pembagian air bersih yang dinilai tidak adil dan merata. Upaya dari masyarakat sudah dilakukan secara berulang baik datang ke kantor Desa dan menyampaikan keluhan ke kepala Desa serta penyampaian berulang kali ke aparat Desa (Dusun 04 Katarina Naisuan), (Ketua RT Metriana B. Funan).
Keluhan air bersih menjadi urgent bagi masyarakat sebab banyak kendala ditemui dalam menjalani kehidupan sehari-hari baik itu urusan sekolah anak-anak dan urusan Rumah Tangga.
Iuran pemeliharaan tetap dibayar masyarakat terdampak tanpa solusi tepat dari pihak PemDes
"iuran selama air mandek tetap terhitung dan harus dibayar, kalo tidak dibayar nanti saat kami terima bantuan beras akan ditagih dan wajib bayar di kantor Desa. iuran air bersih perbulan Rp.10.000, kami 3 KK ini wajib bayar sampai dengan bulan September sekarang walaupun air tidak mengalir sampai ke rumah sedangkan Masyarakat yang lain dapat air bersih tapi kami tidak dapat," kata Jefrianus Oepikan kepada media Senin, 14 September 2026.
Dampak dari mandeknya air bersih tidak hanya kebutuhan rumah tangga tapi hal asupan gizi bagi anak-anak sekolah.
"Sulit jaga Kebersihan dalam dan luar rumah, anak-anak sekolah saat pagi mau berangkat ke sekolah harus cari air, kadang sore anak-anak harus mandi memang supaya besok cuci muka saja baru berangkat,"ujarnya.
Upaya yang dilakukan masyarakat terdampak mengakibatkan sakit perut.
" kami selama ini timba air di tetangga, bahkan pernah kami semua perut sakit. sempat ketahuan tetangga rendam pakaian langsung ke tempat tampung air akibat air tersebut sudah tidak layak pakai lagi. Akhirnya kami harus cari air minum sejauh 1 KM di mata air (Mantaum)," katanya.
Jefri juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Desa untuk ditindaklanjuti.
"Harapan kami, Pemerintah Desa bisa periksa kendala air bersih sehingga bisa mengalir lagi sampai ke rumah kami masing-masing," tutupnya.
Sampai berita ini ditayangkan Kades T'Eba Agustinus Amteme belum sempat memberikan konfirmasi setelah dihubungi wartawan dengan nomor kontak 081238959xxx.
( Emanuel Taena, S.Pd.)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









