Kegiatan tersebut diikuti oleh dua perusahaan mitra kerja, yakni PT Global Arrow yang bergerak di bidang pengamanan atau security serta PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) yang bergerak dalam bidang mooring di area pelabuhan PHR.
Pelatihan Basic Safety HSSE ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pekerja dan mitra kerja mengenai pentingnya penerapan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas pekerjaan di area operasi PHR.
Dalam penyampaian materinya, trainer HSSE PHR, Elza Putra, menekankan bahwa pemahaman dasar mengenai keselamatan kerja sangat penting sebelum maupun selama melaksanakan setiap pekerjaan di area operasional PHR.
Elza Putra juga mengingatkan seluruh peserta agar memiliki kesadaran terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja serta menerapkan SWA (Stop Work Authority) apabila menemukan kondisi atau tindakan yang dinilai tidak aman.
Selain itu, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) harus menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan pekerjaan sesuai dengan risiko dan ketentuan keselamatan yang berlaku.
"Kita berharap dalam setiap kegiatan operasional PHR tidak terjadi kecelakaan kerja. Pelatihan ini jangan hanya berhenti pada teori, tetapi harus diterapkan melalui perilaku selamat dalam kehidupan dan aktivitas kerja sehari-hari," ujar Elza Putra dalam penyampaian materinya.
Menurutnya, komitmen terhadap keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga seluruh pekerja dan mitra kerja yang menjalankan aktivitas di area operasional PHR.
Melalui pelatihan tersebut, PHR terus mendorong terciptanya budaya keselamatan yang kuat, sehingga setiap pekerja maupun mitra kerja dapat bekerja dengan mengutamakan keselamatan dan kembali ke rumah dalam kondisi selamat.
Keselamatan bukan hanya aturan, tetapi harus menjadi budaya dan perilaku dalam setiap aktivitas pekerjaan.
(Tim)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









