Penggalangan dana dilakukan bertahap: Tahap I terkumpul Rp2.200.000, Tahap II Rp2.450.000, dan Tahap III kembali terkumpul Rp2.200.000. Seluruh dana ini merupakan wujud kebersamaan warga, baik yang bermukim di wilayah ranah maupun yang berada di perantauan.
Kegiatan ini dipimpin oleh susunan kepengurusan yang telah disepakati: Amrizal selaku Ketua, Darneti sebagai Sekretaris, Bendahara I dijabat Acin Chaniago (Malaysia), dan Bendahara II Sudirman (Indonesia). Sebagai tim penasihat yang memberikan arahan dan dukungan terdapat Buyuang Kamis/Kamarudin, Jhon/Anih, serta Darman yang juga mantan Kapolsek Tiku.
Perlu diketahui, upaya perbaikan jalan ini bukanlah hal baru. Sebelum kegiatan ini terlaksana, salah seorang tokoh masyarakat—baik dari warga setempat maupun yang merantau—sudah pernah mengajukan usulan dan mengirimkan proposal permohonan perbaikan ruas jalan lingkar Nagari Balai Baiak Malai III Koto kepada pihak berwenang. Ruas jalan ini memiliki letak strategis karena berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, sehingga kondisinya sangat berpengaruh bagi kelancaran akses antarwilayah.
Kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan sempit sangat menyulitkan warga dalam beraktivitas, terutama saat musim hujan. Melalui kerja keras dan kesadaran warga, pembangunan ini kini berjalan berkat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Minangkabau.
Warga berharap langkah mandiri ini dapat menjadi contoh sekaligus menarik perhatian pemerintah daerah agar nantinya ikut menindaklanjuti dan menyempurnakan pembangunan prasarana jalan secara menyeluruh, demi kenyamanan dan keamanan lalu lintas serta kemajuan ekonomi masyarakat setempat.
(Jamal)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









