• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Puluhan Tahun Tidak Di Perhatian Oleh Pemerintah Daerah Perantau Keluarga Sungai Binjai Bersatu KSBB (Malaysia) Galang Dana Untuk Cor Beton Perbaikan Jalan

    Saturday, September 5, 2026, 14:55 WIB Last Updated 2026-09-05T07:55:38Z

    PADANG PARIAMAN – Masyarakat Korong Bukik Aru, Kenagarian Balai Baiak Malai III Koto, Kecamatan IV Koto Aua Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, menunjukkan semangat persatuan dan kepedulian tinggi melalui kegiatan gotong royong pembangunan jalan. Pekerjaan berupa pengecoran beton ruas jalan Sungai Binjai dilaksanakan secara bergotong royong pada hari Rabu dan Sabtu, didukung sepenuhnya oleh dana sukarela yang dikumpulkan melalui organisasi KSBB (Keluarga Sungai Binjai Bersatu).

     

    Penggalangan dana dilakukan bertahap: Tahap I terkumpul Rp2.200.000, Tahap II Rp2.450.000, dan Tahap III kembali terkumpul Rp2.200.000. Seluruh dana ini merupakan wujud kebersamaan warga, baik yang bermukim di wilayah ranah maupun yang berada di perantauan.

     

    Kegiatan ini dipimpin oleh susunan kepengurusan yang telah disepakati: Amrizal selaku Ketua, Darneti sebagai Sekretaris, Bendahara I dijabat Acin Chaniago (Malaysia), dan Bendahara II Sudirman (Indonesia). Sebagai tim penasihat yang memberikan arahan dan dukungan terdapat Buyuang Kamis/Kamarudin, Jhon/Anih, serta Darman yang juga mantan Kapolsek Tiku.

     

    Perlu diketahui, upaya perbaikan jalan ini bukanlah hal baru. Sebelum kegiatan ini terlaksana, salah seorang tokoh masyarakat—baik dari warga setempat maupun yang merantau—sudah pernah mengajukan usulan dan mengirimkan proposal permohonan perbaikan ruas jalan lingkar Nagari Balai Baiak Malai III Koto kepada pihak berwenang. Ruas jalan ini memiliki letak strategis karena berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, sehingga kondisinya sangat berpengaruh bagi kelancaran akses antarwilayah.

     

    Kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan sempit sangat menyulitkan warga dalam beraktivitas, terutama saat musim hujan. Melalui kerja keras dan kesadaran warga, pembangunan ini kini berjalan berkat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Minangkabau.

     

    Warga berharap langkah mandiri ini dapat menjadi contoh sekaligus menarik perhatian pemerintah daerah agar nantinya ikut menindaklanjuti dan menyempurnakan pembangunan prasarana jalan secara menyeluruh, demi kenyamanan dan keamanan lalu lintas serta kemajuan ekonomi masyarakat setempat.


    (Jamal)

    Komentar

    Tampilkan