Persiapan menghadapi OMI 2026 tersebut dilakukan secara serius dan bertahap. Sejumlah siswa yang diproyeksikan menjadi peserta mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari guru-guru di lingkungan MIN 12 Bireuen.
Pembinaan tidak hanya difokuskan pada penguasaan materi perlombaan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara cepat dan tepat.
Kepala MIN 12 Bireuen, Bukhari, S.Pd., mengatakan bahwa pihak madrasah telah melakukan berbagai persiapan guna memberikan pembekalan terbaik kepada siswa yang akan membawa nama madrasah dalam ajang OMI 2026. Hal tersebut disampaikan Bukhari saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, OMI merupakan momentum penting bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan akademik sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membangun mental kompetisi sejak usia dini.
“Para siswa yang dipersiapkan untuk mengikuti OMI terus mendapatkan bimbingan dari guru pendamping di lingkungan madrasah. Kami berharap melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mereka mampu tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik,” ujar Bukhari.
Ia menjelaskan, pelaksanaan OMI Tahun 2026 dilaksanakan secara berjenjang dan melibatkan madrasah dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting agar peserta didik mampu menghadapi setiap tahapan perlombaan dengan penuh kesiapan.
Setelah tahapan OMI dibuka di tingkat kabupaten, MIN 12 Bireuen akan melanjutkan proses seleksi dan keikutsertaan pada tingkat gugus masing-masing. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur sejauh mana hasil pembinaan yang telah dilakukan oleh pihak madrasah.
“Setelah OMI dibuka pada tingkat kabupaten, pihak MIN 12 Bireuen akan melanjutkan tahapan OMI di setiap gugus masing-masing. Tentunya, kami akan terus memberikan pendampingan kepada para siswa agar mereka dapat mengikuti setiap tahapan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Dalam keikutsertaan pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026, setiap madrasah menyiapkan peserta untuk mengikuti sejumlah bidang yang diperlombakan. MIN 12 Bireuen sendiri mempersiapkan siswa untuk dua bidang perlombaan, yakni Sains dan Matematika.
Kedua bidang tersebut dinilai penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis, dan analitis bagi peserta didik. Melalui pembinaan di bidang Sains dan Matematika, para siswa tidak hanya diarahkan untuk mampu menjawab soal-soal kompetisi, tetapi juga dilatih agar terbiasa berpikir secara terstruktur serta mampu menemukan solusi terhadap berbagai persoalan.
Bukhari berharap, seluruh siswa yang telah dipersiapkan dapat mengikuti OMI 2026 dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu memberikan penampilan terbaik di setiap tahapan kompetisi.
“Mudah-mudahan para siswa MIN 12 Bireuen dapat meraih juara pertama. Yang paling utama adalah mereka berani berkompetisi, memiliki semangat belajar, dan mampu memberikan yang terbaik untuk madrasah,” harap Bukhari.
Ia menambahkan, prestasi siswa tidak lahir secara instan. Dibutuhkan proses panjang, ketekunan, latihan, bimbingan guru, serta dukungan dari orang tua dan seluruh keluarga besar madrasah. Karena itu, pihaknya terus mendorong para siswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi soal maupun tantangan dalam proses pembinaan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya MIN 12 Bireuen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang disiplin, percaya diri, tangguh, dan memiliki semangat untuk terus berkembang.
“Prestasi bukanlah hadiah yang datang dengan sendirinya, melainkan buah dari kerja keras, doa, kedisiplinan, dan keberanian untuk terus mencoba,” demikian semangat yang terus ditanamkan kepada para siswa.
Sebagai informasi, tryout OMI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4–5 September 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk mengukur kesiapan sebelum menghadapi tahapan kompetisi selanjutnya.
Bagi MIN 12 Bireuen, keikutsertaan dalam OMI bukan sekadar mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan bakat dan kemampuan yang mereka miliki.
Sebab, setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan membutuhkan ruang untuk tumbuh. Tugas madrasah adalah menemukan, membimbing, dan mengarahkan potensi tersebut agar berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.
“Jangan takut bermimpi besar, karena prestasi selalu berawal dari keberanian untuk mencoba. Hari ini belajar dengan sungguh-sungguh, esok hari menuai keberhasilan.”
Dengan persiapan yang terus dilakukan, dukungan para guru pendamping, serta doa dan motivasi dari orang tua dan keluarga besar madrasah, MIN 12 Bireuen optimistis para peserta didiknya mampu mengikuti OMI 2026 dengan penuh percaya diri.
Semangat tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi madrasah yang unggul, berprestasi, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama MIN 12 Bireuen, Kabupaten Bireuen, hingga ke tingkat nasional.
“Kemenangan bukan hanya tentang menjadi yang pertama, tetapi tentang menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin.”
( Hendra)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









