Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SMPN 5 Cilegon dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi pendidik dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan berorientasi pada kebutuhan murid.
Workshop diikuti para pendidik SMPN 5 Cilegon yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta mendapatkan berbagai materi dan pembekalan mengenai optimalisasi pembelajaran, penguatan karakter, serta pengembangan cara belajar murid.
Pada hari pertama, kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Hj. Heni Anita Susila, yang sekaligus memberikan materi kepada para peserta. Sementara pada hari kedua, materi workshop diisi oleh dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Didik Aribowo.
Kepala SMPN 5 Cilegon, H. Dr. M. Asholahuddin, mengatakan workshop tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman dan bekal kepada para guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam di sekolah.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran mendalam tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga bagaimana proses pembelajaran mampu membangun karakter, keterampilan, kemandirian, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.
Sementara itu, dosen FKIP Untirta, Didik Aribowo, menjelaskan bahwa salah satu hal yang ditekankan dalam pendekatan pembelajaran mendalam adalah bagaimana guru mampu menciptakan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
“Yang lebih ditekankan adalah bagaimana metode pembelajaran ini kita kaitkan dengan paling tidak guru itu punya tiga kunci, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Disingkat menjadi BBM,” ujar Didik.
Ia mengatakan, tiga prinsip tersebut perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dilakukan guru. Selain itu, guru juga perlu melakukan berbagai penyesuaian dan membangun kolaborasi, baik dengan sesama guru mata pelajaran maupun lintas mata pelajaran.
Menurut Didik, ruang kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui komunitas belajar guru. Dengan adanya kolaborasi, para guru dapat saling berbagi pengalaman dan mendapatkan asupan materi yang lebih komprehensif.
“Dengan melakukan kolaborasi, maka otomatis mendapatkan asupan materi yang lebih komprehensif dan itulah yang akan berdampak pada si anak,” katanya.
Didik berharap SMPN 5 Cilegon dapat menjadi salah satu sekolah yang konsisten menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dalam proses belajar mengajar.
“Insyaallah ke depan SMPN 5 ini menjadi pionir untuk melaksanakan proses pembelajaran yang mendalam,” ujarnya.
Melalui workshop tersebut, SMPN 5 Cilegon berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi para guru dan menciptakan pembelajaran yang semakin berkualitas, relevan, serta mampu menjawab kebutuhan perkembangan murid.



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









