Kami dari GMNI Sorong Selatan menilai publik Sorsel berhak tahu sejauh mana perkembangan kasus tersebut. Jangan sampai kasus ini mengendap tanpa kejelasan, 1/10/2026.
"Kami mempertanyakan Kejari Sorong, sudah sejauh mana proses hukumnya? Sudah di tahap penyelidikan, penyidikan, atau sudah ada penetapan tersangka? Rakyat Sorsel menunggu kejelasan," tegas Aktivis GMNI Sorsel.
GMNI Sorong Selatan menyampaikan beberapa desakan:
1. KEJARI SORONG HARUS TRANSPARAN
Buka ke publik progres penanganan kasus dugaan korupsi dana operasional tersebut. Sesuai asas transparansi penegakan hukum.
2. JANGAN TEBANG PILIH
Hukum harus tajam ke atas, bukan hanya tajam ke bawah. Jika ada bukti permulaan yang cukup, segera proses sesuai hukum yang berlaku, siapapun dia.
3. KEPADA KEJATI PAPUA BARAT DAYA UNTUK MONITORING
Kami minta Kejati Papua Barat Daya turun monitoring dan evaluasi kinerja Kejari Sorong dalam penanganan kasus ini agar tidak berlarut-larut.
"GMNI lahir dari rahim rakyat. Ketika rakyat Sorsel bertanya tentang keadilan, kami wajib menyuarakannya. Dana operasional itu uang rakyat, bukan uang pribadi. Jika ada dugaan penyimpangan, wajib diusut tuntas," lanjutnya.
GMNI Sorong Selatan akan terus mengawal kasus ini dan jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan resmi dari Kejari Sorong, kami akan melakukan aksi damai dan audiensi resmi ke Kejari Sorong dan Kejati Papua Barat Daya.
*Merdeka!*
*Pejuang Pemikir - Pemikir Pejuang*
*(moy)*



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









