Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Maria Nona Eva Rambi, Pastor Paroki RD. Christian Rudy Parera, serta jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP) tersebut memfokuskan agenda pada pembagian tugas per seksi, penyelarasan program kerja, hingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang.
Ketua Panitia, Maria Nona Eva Rambi, mengungkapkan bahwa momentum HUT tahun ini terasa sangat istimewa karena dikemas berbarengan dengan dua peristiwa besar lainnya bagi umat.
"Puncak perayaan HUT ke-137 Paroki Koting disatukan dengan Syukuran 60 Tahun Membiara Suster Aloywisa dan Syukuran Imam Baru," ungkap Nona Eva.
Guna menyemarakkan perayaan bersejarah ini, panitia telah menyusun serangkaian kegiatan yang memadukan unsur olahraga dan keagamaan. Di antaranya adalah turnamen bola voli antardesa di tiga lapangan stasi, sepak bola mini antarsekolah di Lapangan Koting, serta lomba membaca Kitab Suci.
"Rangkaian lomba ini dirancang untuk merangkul seluruh generasi, memupuk sportivitas, serta memperdalam pemahaman iman dan cinta generasi muda terhadap Kitab Suci," tambahnya.
Sementara itu, Pastor Paroki Koting, RD. Christian Rudy Parera, mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi aktif demi menyukseskan perayaan akbar ini. Ia menekankan makna spiritual di balik kemeriahan perayaan tersebut.
"Perayaan HUT ini bukan sekadar pesta kemeriahan, melainkan sarana bagi kita semua untuk merawat warisan sejarah iman dan mempererat tali persaudaraan antarumat di Paroki Koting," ujar RD. Christian Rudy Parera.
Puncak perayaan nantinya akan dipusatkan di halaman Gereja Koting yang diawali dengan Misa Syukur Bersama.
Sebagai informasi, Paroki Koting memiliki sejarah panjang dalam perjalanan evangelisasi di wilayah tersebut. Awalnya merupakan stasi di bawah Paroki Maumere, wilayah ini resmi berdiri mandiri pada tahun 1889, dengan pelayanan perintis yang dilakukan oleh Pater Anton IJsseldijk, SJ (1885–1920).
(Silvester Moan Nurak)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









