Wakil Bupati menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga bersahabat. “Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasar,” ujar Dr. Deni P. Lumbantoruan.
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, SH., S.I.K menekankan bahwa pemerintah bersama Forkopimda secara rutin memantau ketersediaan bahan pokok dan memastikan harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan mengingatkan pedagang agar tidak menimbun barang. “Pedagang diperbolehkan memperoleh keuntungan, namun tetap harus mematuhi aturan yang berlaku. Penimbunan tidak diperkenankan karena dapat merugikan masyarakat,” tegas Kapolres.
Kepala Dinas Ketapang SEY Pasaribu melaporkan bahwa kegiatan GPM Pasar Siborongborong yang digelar 2 hari (10-11 Maret 2026) merupakan kelanjutan dari Gerakan Pangan Murah yang sebelumnya dilaksanakan di Pasar Tarutung pada 3–4 Maret 2026. Komoditas pangan pokok yang disediakan dengan harga terjangkau antara lain beras sebanyak 6 ton, minyak goreng 2.000 liter, gula pasir 100 kilogram, tepung terigu 100 kilogram, serta telur 200 papan. Harga yang tersedia pada GPM dengan rincian sebagai berikut: Beras SPHP sebesar Rp56.500 per 5 kilogram, Minyakita Rp15.000 per liter, telur ayam ras Rp53.000 per papan, tepung terigu Rp14.000 per kilogram, dan gula pasir Rp18.000 per kilogram
Selain meninjau GPM, Wakil Bupati bersama Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah teknis juga melakukan peninjauan pasar untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusi menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M. Dalam sidak pasar tersebut, Wakil Bupati bersama tim menemukan bahwa ketersediaan stok bahan pokok menjelang Idul Fitri masih aman, sementara harga di pasaran relatif stabil.
(Edys lumbantoruan)





