-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Taput Makin Parah, Petani Menjerit, Perseroda Dinilai Lamban Menangani Pupuk bersubsidi

    Thursday, May 14, 2026, 20:19 WIB Last Updated 2026-05-14T13:19:58Z

    TAPUT --  Kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Tapanuli Utara semakin dikeluhkan para petani. Kondisi ini dinilai menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian, mengingat sebagian besar masyarakat Taput menggantungkan hidup dari hasil pertanian.

    Situasi tersebut bahkan memicu aksi unjuk rasa dari aliansi mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan masyarakat terkait sulitnya memperoleh pupuk subsidi di daerah tersebut.

    Menanggapi persoalan itu, media mengonfirmasi  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Viktor Siagian. Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi kelancaran distribusi pupuk di wilayah tersebut.

    Adapun beberapa faktor penyebab kelangkaan pupuk di Tapanuli Utara antara lain:

    Gangguan operasional Pupuk Iskandar Muda di Aceh akibat bencana alam, sehingga produksi tidak berjalan normal.

    Akibat kondisi tersebut, pasokan pupuk dialihkan dari Kalimantan Timur.

    PT Pupuk Indonesia belum dapat menyalurkan pupuk secara optimal ke distributor di Taput karena keterbatasan stok di tingkat produsen.

    Setiap distributor hanya menerima sekitar 40 ton per minggu, sementara kebutuhan petani jauh lebih tinggi sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan di tingkat kios pengecer.

    Stok pupuk di gudang Siborongborong juga masih sering mengalami kekosongan.

    Keterbatasan armada distribusi, seperti truk fuso, turut menghambat kelancaran penyaluran pupuk ke lapangan.

    Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk mengatasi persoalan ini, agar tidak berdampak pada penurunan hasil produksi hingga ancaman gagal panen.

    Sementara itu, media telah melakukan konfirmasi kepada Direktur Perseroda Kabupaten Tapanuli Utara, Bangkit Silaban, melalui pesan WhatsApp pada Rabu (13/5/2026), terkait kondisi kelangkaan pupuk serta langkah yang akan dilakukan pihak Perseroda. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi.

    Masyarakat menilai Perseroda Kabupaten Tapanuli Utara seharusnya dapat berperan lebih aktif dalam mencari solusi atas persoalan ini. Sebagai badan usaha milik daerah, Perseroda diharapkan tidak hanya bersifat pasif, tetapi turut hadir membantu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Taput.



    (Team)

    Komentar

    Tampilkan