Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap sektor pertanian karena sebagian besar lahan persawahan tidak lagi mendapatkan pasokan air yang memadai, sehingga berpotensi menyebabkan gagal panen.
Harapan tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Desa Blang Rakaluh, Kecamatan Peudada, berinisial BS (65), kepada media ini pada Sabtu, 30 Mei 2026. Menurutnya, sejak banjir terjadi, kondisi Paya Sikameh hingga kini belum mendapatkan penanganan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Akibat pendangkalan yang terjadi, fungsi utama saluran dan kawasan paya sebagai sumber pengairan pertanian menjadi terganggu.
BS menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. Oleh karena itu, normalisasi dan penanganan Paya Sikameh dinilai sangat mendesak agar seluruh lahan pertanian di kawasan tersebut dapat kembali difungsikan secara optimal.
Dengan tersedianya pasokan air yang cukup, para petani dapat melanjutkan aktivitas bercocok tanam dan meningkatkan hasil produksi pertanian mereka.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan yang serius, maka para petani akan menghadapi berbagai kesulitan, bahkan berisiko mengalami gagal panen. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga akan memengaruhi perekonomian masyarakat secara keseluruhan,” ujar BS.
Ia juga menambahkan bahwa upaya penanganan Paya Sikameh sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang saat ini terus digalakkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Menurutnya, keberhasilan program pangan nasional harus dimulai dari perhatian terhadap kebutuhan dasar petani di daerah, termasuk tersedianya sistem irigasi dan sumber air yang memadai.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan melakukan kajian serta langkah-langkah konkret untuk mengatasi pendangkalan yang terjadi. Normalisasi Paya Sikameh diyakini akan menjadi solusi penting dalam mengembalikan produktivitas pertanian serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Peudada.
Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, “Air adalah sumber kehidupan, dan ketika alirannya terjaga, maka harapan masyarakat pun akan tetap mengalir.” Oleh karena itu, perhatian dan tindakan nyata terhadap Paya Sikameh bukan hanya tentang memperbaiki saluran air, tetapi juga tentang menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Masyarakat optimistis bahwa dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, persoalan pendangkalan Paya Sikameh dapat segera diatasi sehingga lahan pertanian kembali produktif dan roda perekonomian masyarakat dapat bangkit sebagaimana yang diharapkan bersama.
( Hendra)






.jpg)



