Kejadian ini tagis, merenguk nyawah sala satu nahkoda kapal, dan satu ABK hiling sampai sekarang belum ditemukan. Para nelayan dan masyarakat terus melakukan pencarian di seputar perairan terjadinya kecelakaan, (17/6/2026).
Puluhan kapal nelayan terus menyisir lautan, untuk melakukan pencarian terhadap ABK yang hilang, berharap mereka menemukanya dengan keadaan selamat.
Saat ini, Nahkoda kapal yang meninggal dunia sudah di antar ke Rumah Sakit Umu Jaya Sumitra Kotabaru, guna menjalani proses visum oleh pihak rkah sakit, dan lima orang ABK yang selamat juga ikut di antar ke kediamannya masing masing.
Supir ambulanse Tito, mengaku sudah mengantar jenazah nahkoda Kapal Kapal Mega Harapan sampai ke Rumah Sakit Umum Kotabaru, dan langsung mendapat penanganan oleh pihak rumah sakit guna untuk dilakukan proses visum.
"Ya kemaren sore langsung kami antar menggunakan mobil ambulanse desa ke Rumah Sakit Umum Kotabaru untuk dilakukan pemeriksaan visum oleh pihak rumah sakit," ungkapnya.
Setelah itu dilakukan tindakan pemeriksaan dan tidak lama hasilnya visumnya keluar, jenazahnya pun langsung kembali dibawah kerumah keluarga, tepatnya di Desa Hilir, Kotabaru.
"Setelah kami menunggu beberapa saat proses visum pun selesai, dan kami kembali mengantarkan jenazahnya ke rumah keluarga," tuturnya.
Sampai berita ini ditayangkan, pencarian di seputaran perairan terjadinya tragedi maut terus dilakukan, dan belum ada tanda-tanda penemuan ABK yang di kabarkan hilang itu.
Sekedar diketahui, Kapal pelaku tabarka lari dilaut yang membelah kapal nelayan Mega Harapan menjadi dua belum diketahui pasti kapal apa pelaku tragedi berdarah ini. (herry)






.jpg)



