Kegiatan dimulai pada malam hari dengan pawai obor yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan usia. Rombongan berjalan beriringan menyusuri jalan-jalan utama nagari sambil membawa obor yang menyala, diiringi lantunan shalawat, zikir, dan lagu-lagu bernuansa keagamaan. Cahaya obor yang memancar menjadi simbol harapan dan cahaya petunjuk agar seluruh warga senantiasa diberikan kejelasan hati dan jalan yang diridai Allah SWT di tahun yang baru. Suasana berlangsung aman, tertib, dan dipenuhi rasa kekeluargaan yang erat antarwarga.
Setelah rangkaian pawai selesai, seluruh peserta berkumpul di Masjid Taqwa Koto Magek untuk mengikuti acara inti, yaitu siraman rohani. Dalam sesi ini, disampaikan makna mendalam dari peringatan Tahun Baru Islam, yang bukan sekadar pergantian tanggal, melainkan momen untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat persaudaraan sesama umat beragama. Pesan yang disampaikan mengajak seluruh warga untuk melangkah ke tahun yang baru dengan niat yang baik, semangat kebaikan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan nagari.
Ketua Panitia kegiatan menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah nagari, warga, pemuda, dan mahasiswa KKN menjadi kunci kelancaran acara. “Kegiatan ini menjadi bukti persatuan kita. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, dan pergantian tahun hijriah ini membawa berkah, kedamaian, serta kemajuan bagi Nagari Balai Baiak Malai III Koto,” ujarnya.
Pemerintah Nagari juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari tradisi budaya dan keagamaan yang memperkuat jati diri masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan.
(Jamal)






.jpg)



