Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli III Setda Merangin, Hendri Widodo, yang hadir mewakili Wakil Bupati Merangin.
Agenda ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Merangin, Lavita Syukur, Perwakilan Forkopimda, Kasi Promkes Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Herwan, S.KM., unsur Forkopimda, Kadis Kominfo Ahmad Khoirudin, para camat se-Kabupaten Merangin, serta kepala puskesmas setempat.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Merangin, Lavita Syukur, menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) masyarakat dan pemangku kebijakan mengenai fungsi Posyandu.
"Buang jauh-jauh pemikiran bahwa Posyandu hanya tempat imunisasi, mengukur tinggi badan, atau sekadar membagikan kacang hijau. Posyandu kini telah menjadi pusat integrasi layanan sosial dasar terpadu berbasis siklus hidup," tegas Lavita.
Lavita menjelaskan bahwa layanan Posyandu saat ini mencakup seluruh fase kehidupan manusia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lanjut usia (lansia).
Selain itu, Posyandu kini memegang mandat penting dalam mengimplementasikan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa, yang meliputi unsur kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, sosial, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Ia juga meminta kepada para camat dan kepala desa untuk mengawal program ini secara serius, termasuk mengalokasikan Dana Desa secara bijak dan optimal demi mendukung operasional Posyandu, pengadaan alat kesehatan standar, serta pemberian insentif yang layak bagi para kader.
Sementara itu, Staf Ahli III Setda Merangin, Hendri Widodo, menyampaikan bahwa dunia kesehatan saat ini tengah mengalami perubahan besar melalui Transformasi Layanan Primer yang berfokus pada pelayanan berkualitas dan bersifat pencegahan (preventif).
"Berdasarkan regulasi terbaru, Posyandu kini resmi memperkuat posisinya sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Melalui transformasi ini, fokus kita adalah deteksi dini potensi penyakit sejak awal melalui Pustu dan Posyandu terdekat, jadi jangan menunggu sakit baru berobat," ujar Hendri Widodo.
Hendri menambahkan, Pemerintah Kabupaten Merangin berkomitmen penuh mendukung sektor kesehatan ini, salah satunya dengan terus mengalokasikan anggaran daerah untuk program jaminan kesehatan daerah guna memastikan puluhan ribu warga kurang mampu mendapatkan akses pengobatan gratis.
Di akhir sambutannya, Hendri menitipkan beberapa pesan penting, di antaranya meminta Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten dan kecamatan segera melakukan pemetaan intensif agar implementasi transformasi ini merata.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali membudayakan 7 pilar Germas, seperti rutin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi pangan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan cek kesehatan minimal satu tahun sekali.
(R Munthe)






.jpg)



