Setelah waktu solat Magrib seluruh warga Dusun Jagalan Desa Kanigoro keluar rumah menuju perempatan jalan yang ada di lingkungan. Di sekitar rumah warga membawa takir plontang.
Sesampainya di perempatan warga meletakkan takir plontang berjajar- jajar dengan posisi membujur ke utara - selatan dan ke timur barat dengan titik tengahnya perempatan jalan.
Setelah warga berkumpul, Bapak Miskan selaku kepala desa dan tokoh agama di lingkungan tersebut menyampaikan maksud dan tujuan berdoa di perempatan jalan. Yaitu agar seluruh keluarga di lingkungannya mendapatkan keselamatan dan kesehatan.
Kemudian bapak Asrofi memimpin pembacaaan ayat suci Al Quran secara bersama sama dan berdoa secara agama Islam. Setelah doa- doa dibacakan warga masyarakat saling bertukar takir plontang yang dibawanya dari rumah.
Ada yang langsung dimakan di tempat di perempatan tersebut ada pula yang langsung dibawa kerumahnya masing masing.
MISKAN selalu kepala desa Kanigoro mengatakan setiap malam Satu Suro diadakan kegiatan baritan yaitu kenduri di perempatan. Dengan hajat memohon ridlo dari Allah semoga semua warga diberi ketentraman, kesehatan dan keselamatan.
Kegiatan baritan dilaksanakan setiap tahun tanpa ada komando, setiap malam satu suro seluruh warga pasti membua takir plontang, untuk kenduri.
kegiatan baritan dilaksanakan untuk menguri- nguri budaya Jawa. Dan seluruh warga Dusun jagalan DS Kanigoro kec kras senantiasa diberikan kesehatan kesejahteraan dan keselamatan.
(TAUFIQ)






.jpg)



