-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Antrean Panjang BBM di Langkat, Warga Keluhkan Kelangkaan Pertalite

    Monday, July 13, 2026, 14:08 WIB Last Updated 2026-07-13T15:22:33Z

    LANGKAT – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kondisi ini terlihat di SPBU Besitang, SPBU Susu Brandan Barat, hingga SPBU Pangkalan Berandan, dengan antrean mengular hingga keluar area SPBU.


    Antrean sudah terjadi sejak pagi hari, khususnya di SPBU Jalan Thamrin, Pangkalan Berandan. Hingga berita ini ditayangkan, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terus berlangsung.


    Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi yang paling banyak diburu masyarakat karena harganya masih relatif stabil di kisaran Rp10.000 per liter. Meski demikian, BBM jenis Pertamax yang memiliki harga lebih tinggi juga tetap mengalami antrean, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

    Salah seorang warga Sei Lepan, Hendra (30), yang ditemui tim media pada Senin (13/7/2026), mengatakan bahwa kondisi antrean panjang ini diduga hanya terjadi di wilayah Langkat. Ia menyebutkan, di daerah lain seperti Binjai dan Medan tidak ditemukan antrean serupa.


    “Kami terpaksa antre lama hanya untuk mendapatkan BBM. Sementara di daerah lain seperti Binjai dan Medan tidak terjadi seperti ini,” ujar Hendra.


    Khusus di SPBU Pangkalan Berandan, antrean bahkan telah terjadi sejak sehari sebelumnya dan berlangsung hingga sore hari. Ketersediaan BBM yang terbatas membuat sebagian warga tidak kebagian, sehingga menimbulkan kekecewaan. Pada Rabu (13 Juli 2026), antrean kembali terulang di lokasi tersebut.


    Warga berharap kelangkaan BBM tidak meluas ke wilayah Teluk Aru, karena dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas ekonomi, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


    Ami (29), warga Kecamatan Babalan, meminta pihak PT Pertamina untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM di setiap SPBU, khususnya di wilayah Teluk Aru.


    “Kami minta Pertamina lebih ketat mengawasi penyaluran BBM agar tidak terjadi penyimpangan,” kata Ami.


    Ia juga menduga adanya praktik pembelian BBM menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar, mulai dari 10 hingga 20 liter. Praktik tersebut diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan BBM di wilayah tersebut.


    (Adam)

    Komentar

    Tampilkan