Berdasarkan informasi yang diterima, kegiatan akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan titik kumpul peserta di halaman depan Masjid Agung As-Salam Kota Lubuklinggau. Setelah berkumpul, massa akan bergerak secara beriringan menuju dua lokasi sasaran utama, yaitu Kantor Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau dilanjutkan ke Kantor Walikota Lubuklinggau.
Koordinator pelaksana aksi memperkirakan jumlah peserta yang akan turun mencapai sekitar 300 orang, yang terdiri dari beragam latar belakang: elemen masyarakat luas, aktivis sosial, pengurus LSM, hingga perwakilan awak media.
Dalam seruan resmi yang disampaikan, massa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah daerah:
1. Mencopot Kepala Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau dari jabatannya.
2. Memberantas praktik pungutan liar (pungli) yang menimpa pedagang kecil.
3. Menghapuskan praktik nepotisme di seluruh lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau.
“Ini bukan sekadar aksi protes sesaat. Lebih dari itu, ini adalah seruan tegas agar pemerintah kota benar-benar menghadirkan transparansi, keadilan, dan pelayanan publik yang bersih sepenuhnya dari praktik pungli serta nepotisme,” tegas perwakilan gabungan aksi.
Mengusung tagline “Bersama Rakyat, Untuk Perubahan! Lubuklinggau Bersih, Adil & Bermartabat”, para penyelenggara menegaskan sepanjang jalannya kegiatan akan dipatuhi prinsip damai, tertib, dan sepenuhnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peserta aksi juga akan membawa spanduk serta poster berisi pesan kritis, antara lain: “Lawan Ketidakadilan!”, “Tolak Pungli!”, “Transparansi Bukan Pilih Kasih!”, hingga “Nepotisme Adalah Penyakit Bangsa!”.
Pihak pelaksana berharap tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti secara serius dan objektif oleh pihak berwenang, demi pemulihan kepercayaan masyarakat serta terwujudnya tata kelola pemerintahan Kota Lubuklinggau yang bersih dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
( Guntur )






.jpg)



