• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Proyek RKB SDN 058123 Alur Pakis Disorot, Diduga Minim Transparansi Tanpa Papan Informasi

    Sunday, July 19, 2026, 14:47 WIB Last Updated 2026-07-19T14:44:54Z

    LANGKAT – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SD Negeri 058123 Alur Pakis, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, menuai sorotan. Pasalnya, pelaksanaan proyek yang hingga kini masih berlangsung diduga tidak transparan.

    Berdasarkan hasil pantauan tim di lokasi, tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, baik untuk jenjang PAUD, SD, maupun SMP, negeri maupun swasta.


    Salah seorang pengawas lapangan, Rizal, saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/7/2026), menjelaskan bahwa proyek tersebut bukan bagian dari program revitalisasi. Ia menyebutkan bahwa pekerjaan dilakukan oleh pihak rekanan, bukan secara swakelola.


    “Ini bukan proyek revitalisasi, dikerjakan oleh rekanan,” ujar Rizal.


    Saat ditanya terkait tidak adanya papan informasi proyek, Rizal menyatakan bahwa hal tersebut bukan menjadi tanggung jawabnya. “Tugas saya hanya sebagai pengawas pekerjaan,” tambahnya.


    Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 058123 belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada di tempat. Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kepala sekolah sedang keluar sejak pagi hari.


    Di sisi lain, tokoh masyarakat Brandan Barat, Dian (36), saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, mengungkapkan bahwa proyek yang mulai dikerjakan pada awal Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi tahun anggaran 2026.


    Dian juga menjelaskan bahwa sekolah tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir dan tanah longsor pada 25 November 2025. Akibat bencana tersebut, sejumlah ruang kelas rusak total dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.


    “Selain bangunan sekolah yang hancur, dinding penahan tanah juga pecah akibat hantaman banjir. Hal ini menyebabkan pergeseran tanah di area sekolah dan sangat berbahaya untuk aktivitas belajar,” jelas Dian.


    Sejumlah warga Alur Pakis yang turut dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui secara pasti status proyek tersebut, apakah merupakan bagian dari revitalisasi atau bukan. Mereka juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi.


    “Kami tidak tahu ini proyek apa, karena pekerjanya juga dari luar daerah. Sampai sekarang belum ada papan informasi terkait pembangunan ini,” ujar Ridwan, didampingi warga lainnya.


    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai status proyek maupun alasan tidak dipasangnya papan informasi sebagaimana mestinya.


    (Adam)

    Komentar

    Tampilkan