• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Desa Pulo Naleung Bireuen Mendapat Bantuan Normalisasi Saluran Tambak Pascabencana

    Sunday, August 23, 2026, 21:40 WIB Last Updated 2026-08-23T14:40:46Z

    BIREUEN — Pemerintah Aceh memberikan perhatian terhadap pemulihan aktivitas masyarakat pascabencana melalui program normalisasi saluran tambak di Desa Pulo Naleung, Kabupaten Bireuen, pada tahun 2026.


    Kegiatan normalisasi saluran tambak tersebut bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Aceh dan dikerjakan sepanjang lebih kurang 800 meter. Program ini menjadi angin segar sekaligus harapan baru bagi masyarakat, khususnya para petambak yang menggantungkan kehidupan dan perekonomiannya dari usaha budidaya tambak.


    Bagi masyarakat Pulo Naleung, saluran tambak bukan sekadar aliran air, melainkan bagian penting dari denyut kehidupan mereka. Kondisi saluran yang baik sangat menentukan kelancaran aktivitas tambak, terutama dalam mengatur keluar-masuknya air serta menjaga tambak tetap aman saat musim penghujan.


    Namun, di tengah rasa syukur atas terlaksananya program tersebut, masyarakat masih berharap sejumlah persoalan teknis di lapangan dapat segera diselesaikan. Salah satunya adalah adanya beberapa titik pematang tambak yang mengalami longsor.


    Salah seorang warga, Mustapa, berharap kondisi tersebut dapat segera diperbaiki sebelum pekerjaan memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO). Menurutnya, perbaikan pematang sangat penting untuk mencegah terjadinya kerugian bagi para petambak ketika curah hujan tinggi.


    “Harapan kami, titik pematang yang longsor dapat segera dibuat kembali sebelum PHO. Kalau tidak dibenahi, ketika musim hujan tiba, air dari saluran akan mudah masuk ke tambak. Akibatnya, udang yang ada di dalam tambak bisa keluar dan hilang. Kondisi ini tentu dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat petambak,” ungkap Mustapa.


    Sementara itu, Kepala Desa Pulo Naleung, Bireuen, Fauzi M. Daud, saat dikonfirmasi media ini, Minggu (23/8/2026), menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi tersebut dilaksanakan oleh salah satu kontraktor lokal dengan sumber anggaran dari Pemerintah Provinsi Aceh.


    Fauzi menambahkan, sebelum kegiatan normalisasi dilaksanakan, pemerintah desa telah terlebih dahulu melakukan musyawarah bersama masyarakat dan para pemilik tambak. Dalam musyawarah tersebut telah disepakati bahwa apabila terdapat pematang tambak milik warga yang mengalami kerusakan akibat proses normalisasi, maka perbaikannya akan dilakukan secara manual oleh masing-masing pemilik tambak.


    “Pada dasarnya, sebelum pekerjaan dilaksanakan, kami dari pemerintah desa sudah melakukan musyawarah. Dalam kesepakatan tersebut, apabila ada pematang tambak yang longsor atau mengalami kerusakan, perbaikannya akan dilakukan secara manual oleh pemilik tambak,” jelas Fauzi M. Daud.


    Meski demikian, masyarakat tetap memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas perhatian serta bantuan yang telah diberikan. Normalisasi saluran tambak dinilai sangat membantu masyarakat dalam memulihkan aktivitas mereka setelah bencana.


    Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pekerjaan fisik semata, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Dengan saluran yang lebih baik, diharapkan kegiatan budidaya tambak dapat kembali berjalan secara optimal, produktivitas meningkat, dan perekonomian masyarakat perlahan kembali pulih.


    Bagi masyarakat Pulo Naleung, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana. Mereka berharap pembangunan dan perbaikan infrastruktur tambak dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan rasa aman serta mendukung keberlangsungan usaha para petambak.


    Sebagaimana sebuah kata bijak mengatakan, “Pembangunan yang baik bukan hanya tentang membangun apa yang terlihat, tetapi juga menjaga apa yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.” Karena itu, setiap pembangunan hendaknya berorientasi pada manfaat, ketahanan, dan keberlanjutan, sehingga hasilnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.


    Masyarakat Pulo Naleung pun berharap persoalan pematang yang longsor dapat segera ditangani sesuai kesepakatan, agar keberadaan saluran yang telah dinormalisasi benar-benar menjadi solusi, bukan justru menimbulkan persoalan baru bagi para petambak.


    Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pemulihan pascabencana di Desa Pulo Naleung dapat terus berjalan. Sebab, “ketika pemerintah hadir, masyarakat bergerak, dan kepedulian menjadi kekuatan bersama, maka jalan menuju pemulihan akan selalu terbuka.”


    (Hendra)

    Komentar

    Tampilkan