Dalam forum tersebut, Faqih Khoerudin ditetapkan sebagai Ketua Coordinator Center (CC) IMC Terpilih, melalui rangkaian proses musyawarah dan pemilihan yang berlangsung dalam MUSTI XI Luar Biasa.
Ketua CC Terpilih, Faqih Khoerudin, menyampaikan bahwa hasil forum tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan dan diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali konsolidasi seluruh elemen organisasi.
> “Hasil MUSTI XI Luar Biasa ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ke depan, yang paling penting adalah bagaimana seluruh elemen IMC dapat kembali bersatu dan bersama-sama membangun organisasi,” ujar Faqih Khoerudin.
Sementara itu, Ketua Demisioner CC IMC, Hendrik Arrizqy, turut memberikan keterangan terkait proses transisi kepemimpinan pasca pelaksanaan MUSTI XI Luar Biasa. Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan organisasi serta menghormati mekanisme musyawarah yang telah ditempuh.
> “Sebagai Ketua Demisioner, saya berharap proses pergantian kepemimpinan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat organisasi. Perbedaan dalam dinamika forum merupakan hal yang wajar, tetapi kepentingan organisasi harus tetap menjadi prioritas bersama,” kata Hendrik Arrizqy.
Penetapan Faqih Khoerudin sebagai Ketua Terpilih dan berakhirnya masa kepemimpinan Hendrik Arrizqy sebagai Ketua Demisioner menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di tubuh IMC.
Ke depan, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, membangun komunikasi antar-Cabang dan Komisariat, serta memastikan roda organisasi berjalan sesuai dengan konstitusi dan hasil-hasil musyawarah.
MUSTI XI Luar Biasa sekaligus menjadi momentum bagi seluruh kader IMC untuk kembali memperkuat soliditas, menjaga persatuan organisasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi mahasiswa serta masyarakat Cilangkahan.
(Bayu)









