• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Kepala Biro Kesra Babel Raih Juara III Nasional Cabang Adzan MTQ KORPRI 2026

    Metronewstv.co.id
    Monday, August 31, 2026, 18:14 WIB Last Updated 2026-08-31T11:14:17Z

    PANGKALPINANG, BANGKA BELITUNG - Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), M. Yasir Mustafa, S.Pd.I., M.AP., meraih Juara III Nasional Cabang Adzan pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Sulawesi Selatan. Prestasi tersebut diumumkan pada Minggu (30/8/2026) dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


    Yasir mengatakan, keikutsertaannya dalam ajang tersebut sejak awal bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan. Ia membawa niat untuk berdakwah, melantunkan kalimat Allah, sekaligus memberikan kemampuan terbaik yang dimilikinya.


    “Saya hadir ke Makassar ini niatnya dakwah, melantunkan kalimat Allah. Tetapi Allah memberikan penghargaan kepada saya berupa juara tiga. Saya bersyukur kepada Allah atas berkah dan nikmat juara ini,” ujar Yasir kepada awak media, Minggu (30/8/2026).


    Perjalanan Yasir menuju podium nasional tidaklah mudah. Sekitar 70 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Cabang Adzan. Yasir berhasil melewati sejumlah tahapan kompetisi hingga masuk enam besar nasional.


    Pada babak final, ia tampil dengan kemampuan terbaik. Dalam lantunannya, Yasir menggunakan irama Bayati dan Rast.


    Di atas panggung, statusnya sebagai Kepala Biro Kesra seakan melebur. Ia tampil sebagai peserta, berlatih, menunggu penilaian, hingga akhirnya menerima hasil kompetisi dengan lapang dada.


    Hingga malam pengumuman tiba, namanya dipanggil sebagai Juara III Nasional Cabang Adzan.


    “Saya tidak datang dengan pikiran harus juara. Saya datang untuk berdakwah dan memberikan yang terbaik. Kalau kemudian Allah memberikan juara, tentu saya sangat bersyukur,” tuturnya.


    Di balik prestasi tersebut, terdapat kisah sederhana yang membuat kemenangan Yasir semakin bermakna. Ia menerima bonus sebesar Rp10 juta, yang menurutnya akan dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pendidikan anaknya yang akan memasuki perguruan tinggi.


    “Ini rezeki anak saya yang mau masuk kuliah. Ternyata inilah nikmat Allah yang tidak terduga,” katanya.


    Bagi Yasir, piala merupakan simbol prestasi, sedangkan bonus menjadi rezeki yang dapat dimanfaatkan untuk keluarga. Lebih dari itu, pencapaian tersebut menjadi bagian dari ikhtiar seorang ayah untuk mendukung masa depan anaknya.


    Keikutsertaan Yasir dalam kompetisi nasional juga menjadi perhatian karena ia tidak hadir sekadar sebagai aparatur sipil negara (ASN), tetapi sebagai pejabat yang tetap bersedia turun langsung mengikuti kompetisi dan mengembangkan kemampuan.


    Menurutnya, jabatan bukan alasan untuk berhenti belajar, berlatih, dan mengembangkan diri. Seorang pemimpin, kata dia, tetap harus memiliki kerendahan hati untuk belajar, berani tampil, serta siap menerima penilaian.


    Yasir pun mengajak para peserta MTQ dan generasi muda agar tidak menjadikan kompetisi semata-mata sebagai arena untuk mengejar kemenangan.


    “Apa pun yang kita lakukan, niatkan karena Allah sehingga kita bisa tampil lebih maksimal. Jangan hanya mengejar penghargaan. Yang penting adalah bagaimana kita memberikan yang terbaik,” ujarnya.


    Dalam mengikuti kompetisi tersebut, Yasir mengaku mendapat motivasi dari pesan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. HC Hidayat Arsani, ketika memberikan motivasi kepada anak-anak Paskibraka.


    Pesan tersebut antara lain agar generasi muda tetap semangat, tidak gengsi dan malu, terus berkarya, tidak mudah menyerah, berbakti kepada orang tua, menjadi anak yang saleh, serta berguna bagi bangsa dan negara.


    “Yang paling memotivasi saya adalah semangat, jangan mundur pantang menyerah, dan jadilah anak yang saleh. Itu yang saya pegang,” ungkapnya.


    Pesan tersebut kemudian menjadi bekal mental bagi Yasir ketika harus berhadapan dengan puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


    Semangat untuk tampil, keberanian untuk mencoba, keteguhan untuk tidak mundur, serta kesadaran bahwa kemampuan yang dimiliki harus memberikan manfaat menjadi bagian dari perjuangannya hingga berhasil meraih posisi ketiga nasional.


    Yasir bukan satu-satunya wakil Bangka Belitung yang mencatatkan prestasi pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026.


    Berdasarkan hasil pengumuman final, kontingen Bangka Belitung berhasil mencatatkan tiga capaian.


    M. Yasir Mustafa, S.Pd.I., M.AP. meraih Juara III Nasional Cabang Adzan.


    Ela Isnani Munawwaroh, M.Pd. meraih Juara Harapan I Cabang Hifdz Al-Quran Golongan Juz 30 Wanita.


    Sementara Muhammad Amin, M.Pd.I. meraih Juara Harapan II Cabang Khotbah Jumat.


    Ketiga prestasi tersebut menjadi representasi bahwa sumber daya manusia Bangka Belitung memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional.


    Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan kompetensi, tetapi juga menyangkut spiritualitas, karakter, keberanian, serta kemauan untuk terus mengembangkan diri.


    Prestasi Yasir juga memberikan gambaran bahwa seorang ASN dapat berkontribusi dalam pembangunan manusia melalui keteladanan. Seorang pejabat tetap dapat menjadi pembelajar, sementara profesionalitas dalam birokrasi dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai spiritual.


    Jabatan Adalah Amanah, Prestasi Jalan untuk Mengabdi

    Ada makna tersendiri dari cabang yang diikuti Yasir. Azan merupakan panggilan untuk mengingat Tuhan dan kembali kepada nilai-nilai kebaikan.


    Dalam konteks pengabdian, semangat tersebut dapat dimaknai sebagai panggilan untuk terus memberikan manfaat. Bagi ASN, pengabdian diwujudkan melalui kerja dan integritas. Bagi generasi muda, melalui keberanian untuk berkarya dan berprestasi.


    Yasir menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sekretaris Daerah, serta seluruh masyarakat Babel yang telah memberikan dukungan dan doa.


    “Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah memberikan support dalam kegiatan ini, kepada Pak Sekda, dan seluruh masyarakat Bangka Belitung atas doa dan dukungannya,” ujarnya.


    Pada Minggu (30/8/2026), nama M. Yasir Mustafa berdiri di podium nasional sebagai Juara III Nasional Cabang Adzan.


    Namun, bagi Yasir, kemenangan tersebut bukan hanya tentang piala dan peringkat. Ada keluarga yang ikut bahagia, masyarakat Bangka Belitung yang ikut bangga, serta generasi muda yang dapat mengambil pelajaran dari perjalanan tersebut.


    Bahwa untuk berkarya, seseorang tidak harus menunggu sempurna. Untuk berprestasi, seseorang tidak harus meninggalkan nilai-nilai yang diyakininya. Dan untuk mengabdi, seseorang tidak harus selalu berada di belakang meja.


    Terkadang, pengabdian justru menemukan bentuknya ketika seseorang berani keluar dari zona nyaman dan memberikan kemampuan terbaik yang dimilikinya.


    Dari Makassar, lantunan azan Yasir pulang membawa peringkat ketiga nasional. Namun, pesan yang dibawanya jauh lebih besar daripada sekadar sebuah podium: semangat, pantang menyerah, berbakti kepada orang tua, menjadi pribadi yang saleh, dan menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.


    Sebab, pembangunan sejati bukan hanya tentang seberapa megah sebuah daerah berdiri, tetapi juga tentang seberapa kuat manusia di dalamnya mampu berdiri, berkarya, dan memberikan manfaat. **

    Komentar

    Tampilkan