BENGKULU UTARA – Ketua Lentera RI, Tommy Hardianto, S.Kom, menyoroti realisasi anggaran Pemerintah Desa Pasar Bembah, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara. Sorotan tersebut muncul setelah pihaknya mencermati sejumlah item anggaran yang dinilai memiliki nilai cukup besar dan perlu diperjelas realisasi serta manfaatnya bagi masyarakat.
Berdasarkan data realisasi anggaran yang menjadi sorotan, terdapat sejumlah kegiatan mulai dari pembinaan kelembagaan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, peningkatan kapasitas aparatur desa hingga program ketahanan pangan.
Berikut sejumlah item anggaran yang menjadi perhatian:
Bidang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat:
Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan: Rp3,5 juta
Pelatihan/Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan: Rp19,16 juta
Pembinaan PKK: Rp11,2 juta
Pembinaan Lembaga Adat: Rp43,42 juta
PembinaanKarang Taruna/Kepemudaan/Olahraga: Rp21,27 juta
Pos Keamanan Desa: Rp18,55 juta
Operasional dan transparansi desa:
Operasional Pemerintah Desa dari Dana Desa: Rp23,2 juta
Pemetaan dan Analisis Kemiskinan Desa: Rp1,7 juta
Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa: Rp6,6 juta
Penyelenggaraan Informasi Publik Desa: Rp15 juta
Pembangunan dan infrastruktur:
Jalan Usaha Tani: Rp64,39 juta
Sumber Air Bersih Desa: Rp203,01 juta
Sarana Perpustakaan/Taman Bacaan/Sanggar Belajar: Rp20,03 juta
Sarana/APE PAUD, TK, TPA dan sejenisnya: Rp45,79 juta
Bidang pendidikan:
Pemeliharaan Perpustakaan/Taman Bacaan/Sanggar Belajar: Rp6 juta
Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan Masyarakat: Rp12,5 juta
Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal: Rp14,4 juta
Bidang kesehatan:
Sarana dan Prasarana Posyandu/Polindes/PKD: Rp9,32 juta
Penyelenggaraan Posyandu dalam beberapa kegiatan: Rp33,53 juta
Peningkatan kapasitas aparatur desa:
Peningkatan Kapasitas BPD: Rp10,05 juta
Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa dalam beberapa kegiatan: Rp50,19 juta
Sementara itu, salah satu item dengan nilai cukup besar yang turut menjadi perhatian adalah Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa sebesar Rp148,39 juta.
Ketua Lentera RI, Tommy Hardianto, S.Kom, menegaskan bahwa sorotan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyimpulkan telah terjadi penyimpangan. Menurutnya, setiap penggunaan anggaran desa harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, volume kegiatan maupun manfaat yang diterima masyarakat.
“Kami hanya meminta agar setiap anggaran yang direalisasikan dapat dijelaskan secara transparan. Kalau memang seluruh kegiatan sudah dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan, tentu tidak ada persoalan untuk dibuka kepada masyarakat,” ujar Tommy.
Ia menilai beberapa item dengan nilai cukup besar, khususnya pembangunan sumber air bersih dan penguatan ketahanan pangan, perlu mendapat perhatian lebih karena menyangkut anggaran dalam jumlah signifikan.
Lentera RI juga mendorong masyarakat Desa Pasar Bembah untuk turut melakukan pengawasan terhadap realisasi program desa. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan Dana Desa berjalan sesuai peruntukan.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Pasar Bembah belum memberikan klarifikasi atau penjelasan terkait sejumlah item anggaran yang menjadi sorotan tersebut.
Lentera RI menyatakan akan terus memantau dan meminta penjelasan terkait realisasi anggaran tersebut agar penggunaan anggaran desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
(Metri)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









